PONOROGO (Realita)- Terbakarnya Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo pada, Minggu (04/01/2026) sore kemarin. Membuat Tim Inafis dan Lab For Polda Jatim turun gunung, Senin (05/01/2026).
Dari pantauan di lapangan, 6 anggota tim Inafis Polda Jatim melakukan olah TKP kebakaran gudang yang berada tepat di belakang gedung IGD terpadu rumah sakit plat merah tersebut. Olah TKP sendiri dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran yang sempat membuat panik penghuni RSUD itu.
Baca juga: Marak Pelajar Tewas Akibat Laka-Lantas, Polres Desak Pemkab Ponorogo Aktifkan Angkutan Umum
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengatakan, dari informasi pihak rumah sakit, dua lantai sebelah barat Gudang Farmasi yang terbakar berisikan stok obat dan dokumen farmasi seperti kwitansi dan resep obat pasien.
“ Memang ada dokumen-dokumen terkait nama-nama obat, rekam medik pasien yang 5 tahun ke belakang. Di situ tempat file-file dokumen-dokumen terkait obat-obatan dan bahan-bahan obat yang saat ini digunakan oleh rumah sakit untuk pasien yang sakit,” ujarnya.
Imam mengungkapkan, semua dokumen dan obat itu dipastikan ikut terbakar hangus saat kejadian. Dari pemeriksaan tim Inafis dan Lab For Polda Jatim 55 persen dokumen farmasi dan stok obat di lantai 1 dan 2 gudang terbakar habis.
Baca juga: Jenazah Dina Martiana, PMI Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong, Tiba di Ponorogo
“ Tempat kejadian yang terjadi kebakaran itu tempat obat-obatan dan dokumen. Di atas itu mungkin 25% sampai 30% gedung itu terbakar di atas itu, di lantai 2. Lantai 1 pun sama, dekat tangga itu kurang lebih 25%."ungkapnya.
Imam menambahkan, kendati menyimpulkan kebakaran gudang diduga akibat konsleting listrik, namun pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam tekait pemicu pasti kebakaran ini. Terlebih saat ini RSUD Ponorogo dalam penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap jabatan Direktur dan Gratifikasi Proyek.
“ tapi kita masih lakukan penyelidikan mendalam, nanti kita sampaikan lebih lanjut,” tambahnya.
Baca juga: Usut Dugaan Korupsi Tambang di Lahan Perhutani, Kejari Ponorogo Periksa Lima Orang
Kendati demikian, Imam mengaku kebakaran ini tidak mempengaruhi stok obat yang dibutuhkan pasien. Pasalnya, RSUD diketahui memiliki beberapa lokasi penyimpanan obat selain di gudang farmasi.
“ Tapi insyaallah stok obat insyaallah aman. Sedangkan yang diamankan dari olah TKP ini ya masih barang bukti terkait titik api, sumber titik api masih kita amankan. Tapi itu nanti masih pendalaman rahasia identifikasi ya,” pungkasnya. znl
Editor : Redaksi


