Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada periode November 2025 mengalami keuntungan (surplus) sebesar USD2,66 miliar. Rinciannya, ekspor tercatat sebesar USD22,52 miliar dan impor USD19,86 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan untuk ekspor produk nasional pada November 2025 turun 6,60 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara impor mengalami kenaikan 0,46 persen yoy.
Sementara itu, Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia pada periode Januari-November 2025 dengan peranan tercatat sebesar USD58,24 miliar.
"Diikuti oleh Amerika Serikat USD28,14 miliar (11,50 persen) dan India USD16,44 miliar (6,72 persen)," ungkap Pudji di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 5 Januari 2026.
Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok pada periode tersebut adalah besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel dan barang daripadanya.
Ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa pada Januari–November 2025 mencapai USD47,21 miliar dan USD17,74 miliar, atau ke ASEAN naik 13,55 persen, demikian juga ke Uni Eropa naik 11,43 persen dibanding Januari–November 2024.
Baca juga: Airlangga Pede Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tercapai, Triwulan IV Tembus 5,4%!
(Aktivitas perdagangan internasional. Foto: Medcom.id)
Ekspor lemak dan minyak hewani/nabati paling tinggi
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–November 2025, semua komoditas mengalami peningkatan, kecuali bahan bakar mineral yang mengalami penurunan sebesar 7,26 miliar dolar AS (20,12 persen).
Sementara komoditas dengan peningkatan tertinggi adalah lemak dan minyak hewani/nabati yang naik sebesar USD6,36 miliar (26,24 persen).
Sedangkan berdasarkan ekspor menurut sektor, Selama Januari–November 2025, ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor industri pengolahan meningkat 14 persen dibanding Januari–November 2024 yang disumbang oleh meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit.
Ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat 24,63 persen yang disebabkan oleh meningkatnya ekspor kopi. Sementara itu ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 24,24 persen yang disumbang oleh menurunnya ekspor batu bara.
Nilai ekspor Indonesia Januari–November 2025 mencapai USD256,56 miliar atau naik 5,61 persen dibanding periode yang sama 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD244,75 miliar atau naik 7,07 persen.
Sedangkan nilai impor sepanjang Januari-November 2025 mencapai USD218,02 miliar atau meningkat 2,03 persen dibanding periode sama pada 2024.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/2220237/original/006632000_1526799014-Indonesia-Darurat-Sampah-Plastik4.jpg)
