FAJAR, LUWU UTARA — Kawasan terisolir di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara segera ditangani. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sharing anggaran dengan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan bahwa Pemprov Sulsel bersama Kementerian PU sepakat berbagi anggaran untuk menangani ruas jalan di Seko.
Kementerian PU menyiapkan anggaran sebesar Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp20 miliar. Penanganan ruas jalan diestimasikan lebih dari 4 km.
Kondisi ruas jalan yang berbeda membuat perlakuannya juga berbeda. Mengingat, ruas jalan tersebut akan menyediakan akses dari wilayah terisolir. Meskipun, ia menyebut bahwa ruas jalannya sudah ada, dan bukan pembukaan baru.
“Sudah ada ruas jalannya, eksisting jalannya sudah ada, peningkatan jalan ini, bukan buka ruas jalan baru,” ujar Ihsan, Minggu, 4 Desember 2026
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman berkomitmen membuka akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, tahun ini.
Pembangunan infrastruktur strategis tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp68 miliar.Andi Sudirman menyampaikan, pembangunan jalan menuju Seko akan dilakukan secara bertahap melalui skema pembiayaan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Insya Allah 2026 kita bersama pusat patungan untuk jalan Seko sebesar Rp68 miliar. Anggaran tahap kedua di 2027 sisanya yang akan tembuskan ke Seko karena bertahap. Semoga semua lancar,” kata Andi Sudirman.
Menurutnya, pembangunan jalan ke wilayah Seko membutuhkan perencanaan yang matang mengingat kondisi geografis yang menantang. Oleh karena itu, proses perencanaan dan koordinasi lintas pemerintah menjadi hal yang tidak bisa dihindari.
Andi Sudirman berharap, pembangunan akses jalan ke Seko dapat membuka wilayah terisolasi, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pada wilayah pegunungan di Luwu Utara tersebut.
“Kami butuh proses tapi kita semua warga luwu utara harus jaga bersama bahwa ini bukan jalan untuk akses penebangan pohon illegal tapi untuk akses membantu warga terkoneksi,” tandas Andi Sudirman.(uca)



