Tubuh Ni Wayan Malana Fairbrother meliuk lincah menaklukkan papan seluncur di Kuta Beach Skatepark, Minggu (4/1) pagi WIB. Pijakan kaki gadis 13 tahun itu tampak kuat dan tubuhnya stabil saat melompati sejumlah grind rail dengan ketinggian sekitar 30-100 cm.
Aksi Malana memukau para penonton dan menarik perhatian wisatawan di sekitar Pantai Kuta. Tak jarang, anak-anak maupun orang dewasa meminta berfoto bersama atlet skateboard muda tersebut.
Meski masih remaja, Malana telah memiliki banyak penggemar. Ia merupakan atlet Indonesia yang meraih medali perak pada SEA Games 2025 Thailand. Malana turun di nomor Women’s Street di Extreme Sport Park Rajamangala, Bangkok, pada Desember 2025.
Sebelumnya, Malana juga berprestasi di World Skateboarding Tour (WST) World Cup di Roma, Italia. Ia menembus babak perempat final dan menempati peringkat ke-25 dunia untuk kategori Street Women.
Remaja berparas bule ini bercita-cita agar kerja keras dan kedisiplinannya dalam berlatih skateboard membuahkan hasil. Ia bermimpi dapat berkompetisi di ajang bergengsi, seperti World Skate, Street League Skateboarding (SLS) dan X Games.
“Saya ingin diundang ke SLS dan ingin main di X Games, dapat juara di World Skate. Di Asian Games semoga bisa dapat emas dan ke Olimpiade, itu targetnya,” kata Malana.
Malana telah mengaspal sejak usia 4 tahun dan dilatih langsung oleh ayahnya, Afandy Dharma Fairbrother, yang berdarah Inggris dan Sulawesi. Ia juga mendapat dukungan penuh dari ibunya, Cynthia Dewi, yang memiliki keturunan Bali dan Australia.
Malana dan kedua orang tuanya berkewarganegaraan Indonesia. Mereka tinggal di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Malana memutuskan serius menjadi atlet skateboard pada 2024. Selama tujuh bulan, Malana berlatih dari pagi hingga sore untuk persiapan menghadapi SEA Games 2025.
“Saya baru mulai serius 2024. Banyak yang bilang saya berpotensi jadi peselancar, tapi saya lebih pilih skateboard. Saya juga sempat dapat kesempatan dipilih Tim Australia, tapi saya menolak karena mau bela Indonesia,” ujarnya.
Malana mengaku tetap gugup saat bertanding meski telah mempelajari berbagai trik sejak usia dini. Untuk menjaga fokus, ia kerap mendengarkan musik Tenxi sebelum maupun saat latihan. Tenxi merupakan musisi asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang dikenal dengan genre Hipdut, perpaduan hip-hop dan dangdut.
“Saya biasanya dengar musik pakai headset, enggak dengerin apa-apa selain musik, biar tenang dan fokus,” katanya.
Berkat konsistensi dan keberanian, Malana berhasil menampilkan trik yang belum pernah ia lakukan sebelumnya saat bertanding di SEA Games 2025. Trik tersebut adalah 5-0 grind, yakni meluncur dengan hanya tumpuan truck belakang papan skateboard di tepi rintangan seperti ledge, rail, atau coping.
Trik ini membutuhkan keseimbangan tinggi. Ayahnya menyarankan Malana mencoba trik tersebut sesaat sebelum pertandingan.
“Pas sampai, bapak saya bilang, ‘Ayo kamu bisa 5-0’. Sayasempat ragu karena belum pernah coba. Tapi disuruh coba sekali, ternyata bisa. Terus saya pakai di kompetisi, dan skornya lumayan besar,” kata Malana sambil tersenyum bangga.
Malana berharap pemerintah dapat membangun skatepark berstandar Olimpiade di Indonesia. Selama ini, ia harus berlatih ke luar negeri untuk menghadapi kejuaraan besar karena belum tersedianya fasilitas tersebut di dalam negeri.
“Ada banyak cewek-cewek berbakat, seperti Chia, Akila, Sunny, adik saya Rama. Potensinya besar banget. Kalau ada skatepark standar Olimpiade di Indonesia, pasti hasilnya bisa jauh lebih bagus,” ujarnya.





