Pakar Unpad Nilai Serangan AS ke Venezuela Tegaskan Urgensi Reformasi PBB

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro menegaskan kembali urgensi reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Teuku Rezasyah menyatakan serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional dan mencerminkan ketidakberdayaan PBB menghadapi negara anggotanya sendiri.

Ia menilai tindakan tersebut telah “mengerdilkan hukum internasional dan merendahkan harkat PBB”.

Rezasyah menegaskan meskipun Amerika Serikat mencapai tujuannya, langkah tersebut bertentangan dengan Piagam PBB yang mengamanahkan penyelesaian konflik secara damai.

Ia juga memperingatkan aksi militer itu berpotensi menjadikan Amerika Serikat sebagai “musuh bersama di Benua Amerika”.

Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela terjadi pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, dengan menyasar instalasi sipil dan militer di sejumlah negara bagian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan pihaknya berhasil menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya untuk diadili di New York.

Setelah penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.

Rezasyah mengkhawatirkan PBB akan berubah menjadi “sekadar stempel bagi kepemimpinan global AS” jika tidak segera beradaptasi dengan dinamika global.

Ia mendorong Indonesia berperan aktif dalam mendorong reformasi PBB melalui pendekatan intelektual dan institusional di tingkat global.

Menurut Rezasyah, reformasi penting agar PBB lebih berkeadilan, berwibawa, dan tidak mudah dilecehkan oleh negara mana pun.

Salah satu gagasan reformasi yang diusulkan adalah penambahan unsur baru di Dewan Keamanan PBB dengan mempertimbangkan keterwakilan agama, jumlah penduduk, dan kontribusi pasukan penjaga perdamaian.

Aksi militer Amerika Serikat tersebut menuai kecaman luas dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang menilai serangan itu berpotensi menjadi preseden buruk dalam hubungan internasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Periksa 5 Saksi Kasus Teror ke DJ Donny
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Manfaat Rutin Makan Bawang Putih Mentah Segar, Bantu Cegah Berbagai Penyakit
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Inggris sambut Kedutaan Palestina di London, kecam pembatasan bantuan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Trump umumkan penyerahan 30-50 juta barel minyak Venezuela ke AS
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
• 15 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.