Bisnis.com, BALIKPAPAN — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menginjakkan kaki di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar pada akhir pekan lalu dengan membawa bantuan kemanusiaan senilai Rp3,5 miliar untuk korban bencana alam yang melanda Tanah Rencong.
Bantuan yang dikumpulkan melalui gerakan Kaltim Peduli tersebut merupakan gelombang kedua, setelah Pemerintah Provinsi Kaltim terlebih dahulu mengucurkan dana tahap awal senilai Rp7,5 miliar yang didistribusikan kepada tiga provinsi terdampak, masing-masing Rp2,5 miliar untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—ketika banjir lumpur dan longsor pertama kali menerjang wilayah tersebut.
Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang menyambut hangat kedatangan rombongan di bandara, ditemani istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir, dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal.
Illiza menyatakan sejarah Aceh dan Kalimantan Timur ini sangat panjang. Penyaluran bantuan itu juga menjadi simbol kedekatan masyarakat kedua wilayah.
"Kami ini sebenarnya serumpun. Di Kalimantan Timur, Islam sangat kental, sama di sini juga, Aceh Serambi Makkah," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).
Rincian bantuan yang disalurkan mencakup dana tunai Rp1,5 miliar untuk koordinasi penanganan bencana lintas wilayah dan kebutuhan strategis Pemprov Aceh.
Baca Juga
- Diterpa Bencana, Inflasi Aceh, Sumbar, dan Sumut Meroket pada Desember 2025
- Sebulan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Bertahan di Tengah Listrik Tak Stabil dan Ketergantungan Bantuan
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menerima alokasi Rp1 miliar untuk penanganan darurat dan pemulihan pascabencana, ditambah bantuan logistik senilai Rp700 juta yang mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan darurat, dan fasilitas pengungsian.
Lebih lanjut, bantuan Rp300 juta disalurkan melalui KNPI Kaltim, khusus untuk pembuatan dan penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Pidie Jaya.
"Pak Gubernur, mohon disampaikan salam hormat dan terima kasih kami kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur. InsyaAllah, kami akan menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat Aceh yang membutuhkannya," terang Illiza.
Rudy yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar belas kasihan, melainkan cerminan semangat gotong royong nasional yang telah menjadi jati diri bangsa.
"Kami meyakini bahwa bencana tidak hanya membutuhkan simpati, tetapi juga aksi nyata, cepat dan tepat sasaran," tegasnya.
Adapun, Rudy berharap bantuan ini mampu meringankan beban psikologis dan material warga terdampak, mempercepat pemulihan kehidupan sosial-ekonomi, serta memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi situasi darurat serupa di masa mendatang.
"Kami berharap masyarakat Aceh diberikan ketabahan, kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini," pungkasnya.





