Airlangga: Eskalasi AS-Venezuela Belum Berdampak pada Harga Minyak RI

matamata.com
1 hari lalu
Cover Berita

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa eskalasi politik antara Amerika Serikat dan Venezuela hingga saat ini belum berdampak pada harga minyak impor Indonesia.

Pemerintah terus memantau pergerakan harga global menyusul memanasnya situasi di salah satu negara produsen minyak terbesar tersebut.

"Harga minyak terus kita monitor. Kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026), sebelum melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga menjelaskan bahwa saat ini harga minyak dunia masih berada di level relatif rendah, yakni sekitar 63 dolar AS per barel. Meski ada potensi lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik, ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui koordinasi lintas sektor.

"Venezuela memang memengaruhi pergerakan harga minyak global. Namun, pemerintah akan selalu memonitor perubahan tersebut dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan," tambahnya.

Laporan Reuters menyebutkan ekspor minyak Venezuela saat ini mengalami kelumpuhan di tengah operasi militer AS.

Berdasarkan data layanan pelacakan kapal TankerTrackers, sejumlah kapal pengangkut minyak mentah yang dijadwalkan menuju Amerika Serikat dan Asia tertahan dan belum mendapatkan izin berlayar dari kapten pelabuhan setempat.

Kondisi ini menyusul kebijakan blokade terhadap kapal-kapal tanker yang dikenai sanksi, membuat arus keluar komoditas utama negara tersebut menyentuh titik minimum.

Nasib Aset Pertamina Di sisi lain, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset minyak milik perusahaan di Venezuela masih dalam kondisi aman. Sebagai informasi, PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan migas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki operasional di Venezuela.

"Berdasarkan pemantauan terkini, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset maupun staf M&P di Venezuela," kata Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga
  • Mendikdasmen: 18 Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Pascabencana

Dhaneswari menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai langkah mitigasi dan perlindungan personel di lapangan. (Antara)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Song Hye Kyo Nikmati Hidup Sendiri, Tips Move On Setelah Perpisahan Pahit
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Harga Minyak Dinilai Stabil Meski Tensi AS–Venezuela Meningkat
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
OPEC+ Tunda Kerek Produksi Minyak hingga Maret 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Erupsi Perdana di 2026, Gunung Marapi Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 250 Meter
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diduga Hendak Curi Ponsel dari Mobil Pikap, Pria di Cipayung Diamuk Warga
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.