MerahPutih.com - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset mereka di Venezuela aman meski adanya serangan dari Amerika Serikat hingga penangkapan Presiden negara tersebut, Nicolas Maduro.
PIEP memiliki saham 71,09 persen di Maurel & Prom (M&P). M&P mengelola aset lapangan migas Urdaneta Oeste yang terletak di Danau Maracaibo, Venezuela dengan porsi kepemilikan 40 persen.
Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani mengatakan, peristiwa serangan AS ke Venezuela tersebut tidak berdampak terhadap aset maupun karyawan yang bekerja di sana. Ia mengatakan kegiatan operasional pun masih berlangsung.
“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/1).
Baca juga:
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Sebagai langkah antisipasi, PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.
“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja serta memastikan operasional tetap berjalan normal,' jelas dia.
PIEP selama ini aktif mengakuisisi dan mengelola lapangan migas di berbagai negara untuk mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, antara lain Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela.
Situasi politik Venezuela semakin menjadi sorotan setelah Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat. Serangan instalasi AS terhadap sipil dan militer juga menimbulkan ledakan besar di sejumlah negara bagian.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan sementara mengambil alih kendali Venezuela hingga transisi kekuasaan berlangsung. (Knu)




