Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai eskalasi geopolitik usai serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, pengaruh geopolitik terbatas karena Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia dan letak geografisnya jauh dari Indonesia.
"Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia. Kapasitas produksinya juga terbatas," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Purbaya menuturkan, dari sisi ekonomi, dampak konflik tersebut terhadap Indonesia relatif kecil. Namun, ia menyebut pemerintah tetap harus menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
"Artinya kita mesti selalu menjaga kekuatan kita," katanya.
Lebih lanjut, Purbaya juga menyinggung kondisi tata kelola global yang dinilainya melemah, termasuk peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengawasi konflik antarnegara.
Hukum dunia agak aneh sekarang. Negara bisa menyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa lolos dari pengawasan PBB. PBB-nya amat lemah sekarang," tandas dia.





