Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan panen raya sekaligus mengumumkan capaian swasembada beras dalam satu tahun terakhir di Karawang, Jawa Barat, hari ini.
Prasetyo menjelaskan bahwa momen itu menjadi sebuah penegasan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras sepanjang 2025 dan juga keberhasilan swasembada karbohidrat nasional, terutama beras.
"Agendanya sebenarnya semacam penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras. Belum swasembada pangan karena pangan terdiri dari beberapa hal. Kita baru bisa berhasil swasembada karbohidrat dalam hal ini beras. Artinya. swasembada kita 2025 sudah tidak impor beras lagi," kata Prasetyo selepas retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam.
Ia menuturkan bahwa swasembada beras menjadi pijakan awal menuju target yang lebih besar, yakni swasembada pangan secara menyeluruh.
Lebih lanjut, kata Prasetyo, pemerintah tidak ingin berpuas diri dengan capaian saat ini. Meski cadangan beras di Bulog saat ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, namun pemerintah akan tetap mewaspadai risiko penurunan produksi akibat cuaca dan iklim.
Terkait dengan menjaga keberlanjutan produksi, pemerintah fokus pada sejumlah faktor kunci seperti ketersediaan pupuk, perbaikan irigasi, intensifikasi pertanian, serta pengembangan benih yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
"Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog, di tangan pemerintah," ujar Prasetyo.
Presiden Prabowo, lanjut Prasetyo, telah memberikan arahan agar pemerintah segera mengejar swasembada komoditas strategis lainnya, seperti jagung, bawang, dan protein.
Dalam retret Kabinet Merah Putih, Presiden juga menekankan percepatan pembangunan sektor perikanan melalui pengembangan kampung nelayan, dan pembangunan kurang lebih 1.582 kapal tangkap ikan.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan budidaya ikan darat yang hasilnya diharapkan dapat diserap oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi, selain kita pinginnya swasembada pangan, karbohidrat, kita juga protein, termasuk kebutuhan telur. MBG kalau nanti semua sudah berjalan tadi targetnya di bulan Mei kita sudah bisa mencapai 82 juta penerima," jelasnya.
Baca juga: Prabowo sebut cadangan beras RI 3 juta ton lebih, lampaui era Soehato
Baca juga: Swasembada beras tercapai, Prabowo sebut bukti kerja nyata pemerintah
Baca juga: Bapanas ungkap tiga indikator RI raih swasembada beras
Prasetyo menjelaskan bahwa momen itu menjadi sebuah penegasan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras sepanjang 2025 dan juga keberhasilan swasembada karbohidrat nasional, terutama beras.
"Agendanya sebenarnya semacam penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras. Belum swasembada pangan karena pangan terdiri dari beberapa hal. Kita baru bisa berhasil swasembada karbohidrat dalam hal ini beras. Artinya. swasembada kita 2025 sudah tidak impor beras lagi," kata Prasetyo selepas retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam.
Ia menuturkan bahwa swasembada beras menjadi pijakan awal menuju target yang lebih besar, yakni swasembada pangan secara menyeluruh.
Lebih lanjut, kata Prasetyo, pemerintah tidak ingin berpuas diri dengan capaian saat ini. Meski cadangan beras di Bulog saat ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, namun pemerintah akan tetap mewaspadai risiko penurunan produksi akibat cuaca dan iklim.
Terkait dengan menjaga keberlanjutan produksi, pemerintah fokus pada sejumlah faktor kunci seperti ketersediaan pupuk, perbaikan irigasi, intensifikasi pertanian, serta pengembangan benih yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
"Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog, di tangan pemerintah," ujar Prasetyo.
Presiden Prabowo, lanjut Prasetyo, telah memberikan arahan agar pemerintah segera mengejar swasembada komoditas strategis lainnya, seperti jagung, bawang, dan protein.
Dalam retret Kabinet Merah Putih, Presiden juga menekankan percepatan pembangunan sektor perikanan melalui pengembangan kampung nelayan, dan pembangunan kurang lebih 1.582 kapal tangkap ikan.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan budidaya ikan darat yang hasilnya diharapkan dapat diserap oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi, selain kita pinginnya swasembada pangan, karbohidrat, kita juga protein, termasuk kebutuhan telur. MBG kalau nanti semua sudah berjalan tadi targetnya di bulan Mei kita sudah bisa mencapai 82 juta penerima," jelasnya.
Baca juga: Prabowo sebut cadangan beras RI 3 juta ton lebih, lampaui era Soehato
Baca juga: Swasembada beras tercapai, Prabowo sebut bukti kerja nyata pemerintah
Baca juga: Bapanas ungkap tiga indikator RI raih swasembada beras




