Sanggam Hutapea Sarankan Evaluasi Menyeluruh Pengembangan Pariwisata di Kawasan Danau Toba

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pemerhati dan Pelaku Pariwisata Ir. Sanggam Hutapea, MM, menyarankan kepada Pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba.

Pasalnya, kawasan Danau Toba yang ditetapkan pemerintah sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas, (DPSP), masih belum mampu mendatangkan wisatawan sesuai harapan.

BACA JUGA: Puji Kesuksesan Kejuaraan Dunia F1 Powerboat 2025, Gubernur Sumut: Ajang Luar Biasa Bagi Danau Toba

Kawasan Danau Toba itu pun diibaratkan Sanggam Hutapea seperti "Gadis Pinggitan Butuh Dandan".

Dia cantik, hanya butuh didandani supaya lebih menarik perhatian.

BACA JUGA: Sanggam Hutapea Usulkan Pembentukan Tim Khusus untuk Dukung Penguatan Sektor Pariwisata di Danau Toba

Memang, pembangunan infrastruktur dilakukan seperti pembangunan tol, hadirnya Bandara Silangit. Namun, kunjungan wisatawan ke Danau Toba cenderung stagnan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan julukan yang diberikan mantan Menko Kemaritiman dan Investasi, almarhum Rizal Ramli, yakni, Danau Toba sebagai "Monaco of Asia" karena dinilai sama-sama menawarkan perpaduan sejarah, keindahan alam, dengan tempat yang ikonik.

BACA JUGA: Sanggam Hutapea: Pemerintah Harus Memperbaiki Tata Kelola Geopark Kaldera Toba

Sanggam pun mengungkapkan beberapa kali kesempatan dia berdiskusi dengan almarhum Rizal Ramli, saat dipercaya mengembangkan pariwisata Danau Toba.

Almarhum menekankan pentingnya menjaga lingkungan, dan pembenahan infrastruktur agar air danau tetap bersih.

"Pariwisata Danau Toba mendunia? Hanya ngomong. Danau Toba kepingan surga? Juga hanya ngomong,” ujar Sanggam Hutapea kepada wartawan di Jakarta, Senin, (5/1/2026).

Selama 10 tahun terakhir, hanya akses menuju Danau Toba yang diperbaiki. Selain itu, tidak ada.

“Tidak ada yang baru di Danau Toba, kecuali Patung Yesus di Sibea - bea," ucapnya lirih.

Danau Toba menjadi tuan rumah penyelenggaraan Aquabike Jetski World Championship dan F1 Powerboat, juga belum menunjukan tren positif mendongkrak peningkatan kunjungan wisatawan.

Walaupun demikian, Sanggam meyakini masih ada secercah harapan untuk memajukan pariwisata Danau Toba.

“Danau Toba hanya butuh seorang ahli bedah. Ibarat manusia, kawasan Danau Toba butuh seorang dokter ahli bedah yang mampu membedah kawasan itu, memperbaiki dan membenahi pariwisata Danau Toba," ujarnya.

Jadikan Wisata Akhir Pekan

Menurut Sangggam, harusnya tidak hanya pada saat hari libur lebaran, natal dan tahun baru kawasan Danau Toba ramai dikunjungi wisatawan,

Untuk strategi jangka pendek, dengan kemudahan akses jalan tol ke Parapat yang sudah terbuka, harusnya bisa dimanfaatkan para kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk berpromosi menarik pengunjung berlibur akhir pekan ke kawasan Danau Toba.

Sebagaimana halnya wisata akhir pekan di kawasan puncak Bogor yang menjadi pilihan berlibur akhir pekan bagi masyarakat Jabodetabek.

"Puncak Bogor hanya menawarkan udara yang dingin, sementara kawasan Danau Toba, bukan hanya udara dingin, tetapi juga menawarkan pesona keindahan alamnya," tukasnya.

Sanggam mendorong Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata merangkul para pelaku usaha dari berbagai sektor terkait pariwisata di kawasan itu.

Dengan komunikasi dan pertemuan intensif dari semua pihak yang terlibat, diyakini ide-ide kreatif akan bermunculan dan bisa diterapkan menjadi kebijakan yang terarah.

"Dalam jangka pendek, ndak usah muluk-muluk mendatangkan wisatawan mancanegara. Menjadikan kawasan Danau Toba sebagai tempat liburan akhir pekan saja, itu sudah langkah yang luar biasa," tegas Sanggam Hutapea.

Rumus Ulang Konsep Pengembangan

Ada sejumlah hal yang menjadi alasan dan indikasi yang mendorong pentingnya merumuskan ulang konsep pengembangan wisata Danau Toba. Sejumlah hal yang menjadi alasannya antara lain Bandara Silangit yang faktanya kini tidak lagi berstatus bandara internasional setelah statusnya dicabut pada 2024 lalu oleh Kementerian Perhubungan.

Indikator pencabutan status bandara internasional ini bisa jadi karena kurangnya minat wisatawan mancanegara yang ingin penerbangan langsung ke kawasan Danau Toba.

Bahkan, layanan penerbangan domestik, sejumlah maskapai juga ikut menutup rute penerbangannya ke bandara yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara itu.

Dia berharap pembentukan dan perumusan kembali konsep Danau Toba, bukan hanya sekedar tulisan di atas kertas tetapi lebih penting dari itu adalah tidak lanjut dan ketegasan dari otoritas dan pihak berwenang dalam menjalankan agenda Revitalisasi Pariwisata.

Menurut Sanggam, ada banyak yang perlu dirumuskan dan diperbaiki secara menyeluruh dan terintegrasi oleh semua pemangku kepentingan. Pertama, perlunya pagelaran atraksi budaya secara rutin di kawasan Danau Toba, kebersihan alam dan sarana yang ada.

Sanggam mengatakan pengelolaan kawasan Danau Toba hanya monoton mengandalkan keindahan alamnya saja. Sementara di sisi lain abai dengan kebersihan hingga keindahan alam Danau Toba mengalami penurunan kualitas lingkungan terutama kualitas air danau dan kerusakan hutan.

Hal lain adalah upaya menjaga kelestarian lingkungan sebagai jantungnya wisata Danau Toba. Salah satu bisa menjadi percontohan adalah model pelestarian lingkungan yang diterapkan The Parapat View Hotel dengan cara banyak menanam pohon rindang untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus keasrian hotel.

Konsep hotel ini adalah green hotel, meski tanpa AC kamarnya tetap sejuk / dingin dipenuhi udara segar dan bertabur oksigen.

Dengan menjaga keasrian lingkungan sekitar The Parapat View Hotel yang merupakan hotel berbintang berani menawarkan kamar tanpa alat penyejuk (AC).

Sanggam menambahkan yang penting juga dirumuskan adalah mengembangkan produk wisata baru berbasis potensi lokal yaitu budaya dan alam adat Batak.

Dia mengharapkan tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba harus mampu melahirkan produk baru dan menghadirkan destinasi-destinansi yang menjadi daya tarik.

Produk yang dikemas pun harus punya khas daerah masing-masing dan tidak saling berkompetisi.

Ia juga mempertanyakan sasaran promosi pariwisata Danau Toba selama ini. Terkait promosi di luar negeri, ia menilai promosi yang dilakukan ke luar negeri harus jelas sasarannya, apakah fokus menyasar wisatawan Asia atau Eropa. Jika fokus pada satu sasaran maka pemerintah memiliki kalkulasi dengan memperbanyak agen maupun duta wisata.

Kementerian Pariwisata pun diharapkan dapat mengemas narasi untuk mengisahkan sejarah kawasan wisata Danau Toba sekaligus mengemas kreatifitas produk-produk lokal.

Begitu juga dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberdayakan masyarakat setempat seperti menggalakkan program sadar wisata. Karenanya, penting juga membahas rumusan baru tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.

Keindahan alam Danau Toba sudah sangat layak jual hanya butuh kreativitas. Sebab kunci pariwisata adalah kreatifvitas. Misalnya di kota turis Parapat, setiap akhir pekan digelar atraksi budaya secara rutin sebagai hiburan bagi wisatawan.

Untuk ini, para pengusaha hotel dan restaurant diyakini akan mau berpartisipasi urunan dana menggelar atraksi-atraksi budaya. Dengan adanya event yang digelar rutin maka wisatawan yang berkunjung tidak akan merasa bosan.

Minimnya event-event baik berskala nasional maupun internasional, menurutnya membuat pariwisata Danau Toba tak memiliki gaung ke mancanegara.

"Kalau ndak, saya yakin 5 tahun ke depan wisatawan akan melambaikan tangannya meninggalkan danau toba. Sayonara Danau Toba," ujarnya.

Wisata Kuliner Terapung

Pada bagian lain Sanggam Hutapea menyarankan dibangunnya Lokasi wisata kuliner di kawasan Danau Toba. Akan lebih unik jika ada kapal yang menjadi tempat wisata kuliner terapung.

"Wisata kuliner terapung mungkin akan menjadi salah satu ciri khas Danau Toba jika dikemas dengan baik. Titik destinasinya bisa dipusatkan di Pantai Bebas Parapat, di Pantai Ajibata, Toba, atau di beberapa lokasi pantai yang ideal di Danau Toba," ujarnya.

Salah satu strategi penting dalam mengembangkan wisata Danau Toba adalah menentukan  produk wisata Danau Toba terlebih dahulu. Bila diputuskan produk wisata Danau Toba adalah keindahan alam, maka dititik-titik mana wisatawan harus dibawa.

Sanggam mengutarakan salah satu contoh kreatif yang bisa menjadi produk unggulan yakni keberadaan tugu-tugu Marga di kawasan Danau Toba.

Hal itu sangat menarik untuk dinarasikan. Sebab tidak banyak suku-suku di dunia memiliki budaya membangun tugu lengkap dengan silsilahnya.

"Kalau produk wisata budaya yang ingin disasar maka budaya seperti apa yang akan kita tonjolkan?" imbuhnya.

Ia menduga faktor utama keputusan wisatawan memilih destinasi yang dikunjungi, bukan soal cepat atau lambatnya menuju lokasi wisata, tetapi apa yang bisa dinikmati dari destinasi wisata yang dikunjunginya itu.

“Jadi, bukan soal bagaimana cepat ke Danau Toba, tetapi bagaimana kesiapan destinasi dan pengadaan pagelaran atraksi budaya rutin serta menumbuhkan UMKM melalui ekonomi kreatif," pungkas Sanggam.

Pemerintah Daerah, sebutnya, harus lebih kreatif karena salah satu kunci keberhasilan pariwisata adalah kreativitas, termasuk bagaimana mereka kreatif mengemas produk-produk lokal.

"Perlu saya ingatkan pembangunan kawasan Danau Toba sebagai wisata kelas dunia harus dilakukan secara terintegrasi, dengan mengkaji aspek alam, pemulihan ekosistem Danau Toba, sumber daya manusia, budaya, sosial dan potensi investasi yang akan menambah devisa negara dan berujung pada kesejahteraan masyarakat," pungkasnya sembari mengingatkan bahwa mengembangkan pariwisata menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menjadi penggerak perekonomian nasional.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Retret Kabinet di Hambalang, Menteri Laporkan Kendala dan Capaian Program Prioritas kepada Presiden Prabowo
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Banjir Bandang Terjang Sitaro: 14 Orang Meninggal dan 4 Hilang, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Hunian Sementara Dibangun untuk Warga Terdampak Banjir, Danantara dan PTPP Percepat Pemulihan di Aceh Tamiang
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Demonstrasi di KUHP Baru Wajib Beritahu Polisi, Wamenhum Eddy Jelaskan Ini
• 19 jam lalufajar.co.id
thumb
Suriah Terus Bergejolak, Baku Tembak Antara Tentara Pemerintah dan SDF Kurdi Kembali Terjadi
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.