Pantau - Danantara bekerja sama dengan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dalam membangun hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana.
Pembangunan hunian ini merupakan bagian dari respon tanggap darurat terhadap kebutuhan akan tempat tinggal layak bagi warga setelah akses dan infrastruktur mulai dipulihkan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan bahwa penyediaan huntara menjadi langkah penting dalam fase pemulihan berkelanjutan.
"Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan akses dan infrastruktur. Warga juga membutuhkan tempat tinggal yang aman agar bisa kembali menata aktivitas sehari-hari. Melalui kolaborasi yang diinisiasi Danantara, PTPP mendukung penyediaan hunian sementara ini sebagai ruang transisi sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan," ungkapnya.
94 Unit Huntara Dibangun dalam Tahap AwalDalam program ini, Danantara bertindak sebagai penggagas program pemulihan hunian masyarakat, sementara PTPP bertanggung jawab atas pembangunan fisik hunian secara cepat dan sesuai standar keselamatan.
Sebanyak 600 unit huntara akan dibangun secara keseluruhan di wilayah terdampak, dengan PTPP mengerjakan tahap awal sebanyak 94 unit.
Hingga awal Januari 2026, sebanyak 30 unit telah selesai dan mulai dihuni oleh warga.
Sisa 64 unit lainnya ditargetkan rampung pada 8 Januari 2026.
Huntara dibangun menggunakan sistem rumah panggung dan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti MCK, tandon air, mushola, tempat wudhu dan cuci, jalan pedestrian, drainase, serta sistem MEP kawasan.
Semua fasilitas dirancang agar hunian dapat langsung digunakan serta menunjang kebutuhan hidup dasar warga selama masa pemulihan.
Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan DiperkuatDanantara dan PTPP menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntara sebagai bagian dari upaya pemulihan menyeluruh di Aceh dan sekitarnya.
Pembangunan dilakukan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan relevan dengan kondisi lapangan.
Joko Raharjo berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal yang kuat bagi warga untuk bangkit dari dampak bencana.
Ia mengungkapkan, “Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu masyarakat melewati fase awal pemulihan dengan lebih aman serta mendukung pemulihan kehidupan sosial secara bertahap.”

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F02%2F28%2F14c3cf93033ea1b51e8166442189dbfc-IMG_20250228_192326.jpg)

