Operasi Search and Rescue (SAR) atau pencarian dan pertolongan terhadap pendaki Gunung Slamet bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), asal Magelang, Jawa Tengah, resmi ditutup. Syafiq hilang saat mendaki bersama temannya pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Kepala BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin mengatakan, keputusan ini diambil karena hingga hari ketujuh belum ditemukan tanda-tanda jejak korban.
“Pencarian selama enam hari tidak ditemukan tanda-tanda jejak korban. Berdasarkan SOP SAR tujuh hari, maka keputusan untuk operasi SAR hari ini adalah opsar terakhir. Opsar ditutup pukul 16.00 WIB,” ujar Agus kepada kumparan, Senin (5/1).
Agus menuturkan, pihaknya sudah melakukan mediasi dengan keluarga Syafiq terkait keputusan tersebut. Meski operasi pencarian telah ditutup, pencarian akan dialihkan menjadi operasi pemantauan.
“Akan diubah menjadi pemantauan. Sampai hari terakhir ini juga belum ditemukan jejak korban,” tegasnya.
Ia pun berterima kasih atas kerja keras para relawan dari segala unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu kami,” kata Agus.
Untuk diketahui, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) mendaki Gunung Slamet bersama seorang temannya bernama Himawan Haidar Bahran pada Sabtu, 27 Desember 2025, melalui Basecamp Dipajaya, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tidak bermalam dan turun pada Minggu, 28 Desember 2025. Namun di tengah perjalanan, Himawan mengalami cedera kaki, sementara Syafiq turun untuk mencari pertolongan.
Karena tidak kunjung kembali, pada Minggu (28/12) malam, tim relawan gabungan akhirnya melakukan pencarian terhadap kedua pendaki tersebut.
Himawan akhirnya berhasil ditemukan di Pos 9 dan dievakuasi ke basecamp pada Selasa (30/12) dalam kondisi lemas.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)