Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen-P2MI) melepas keberangkatan 243 pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan sekaligus mengadakan pembekalan bagi 314 calon PMI melalui skema penempatan government to government (G to G).
"Hari ini kita melaksanakan orientasi pra pemberangkatan bagi calon PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan. Ini merupakan bagian dari proses pelindungan, mulai dari sebelum bekerja, saat bekerja, hingga setelah bekerja," kata Menteri P2MI Mukhtarudin di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Jawa Barat, Senin.
Dalam siaran pers Kemen-P2MI di Jakarta, Mukhtarudin mengatakan bahwa melalui pembekalan ini, para calon pekerja migran dipersiapkan agar mampu beradaptasi, bekerja secara profesional, dan terlindungi selama masa penempatan.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan yang selama ini menjadi mitra strategis Indonesia, tidak hanya dalam penempatan tenaga kerja, tetapi juga kerja sama di berbagai sektor strategis yang lain.
Menurutnya, saat ini Indonesia mulai menempatkan tenaga kerja ke sejumlah sektor dengan keahlian menengah hingga tinggi.
Beberapa waktu lalu pemerintah juga telah mengirim pekerja Indonesia ke industri strategis pertahanan Korea Selatan melalui skema visa E7.
"Kita sudah mengirim tahap awal untuk penempatan tenaga kerja berkeahlian tinggi ke Korea Selatan. Artinya, peluang kerja sama ini terbuka untuk tenaga kerja berkeahlian rendah, menengah, hingga tinggi," katanya.
Mukhtarudin menekankan bahwa proses yang dilalui pekerja migran tidaklah mudah, mulai dari pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga lulus ujian bahasa, semuanya merupakan tahapan panjang yang patut diapresiasi.
"Saya ucapkan selamat. Tidak mudah sampai ke tahapan ini. Maka manfaatkan lima hari orientasi pra pemberangkatan ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Selain itu, Mukhtarudin juga berpesan agar para PMI menjaga nama baik bangsa selama bekerja di Korea Selatan, mematuhi aturan setempat, serta menghormati budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan mereka untuk tidak meninggalkan pekerjaan secara sepihak atau kabur dari tempat kerja, yang menurutnya tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga merusak kepercayaan pemberi kerja untuk pekerja Indonesia.
"Saya minta dari 243 orang ini tidak ada yang kabur dan tidak ada yang pulang di tengah jalan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan nama baik bangsa," katanya.
Senada dengan itu, Direktur Indonesia EPS Center, Choi Ho Yoeng, turut mengucapkan selamat kepada PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan sekaligus mengapresiasi capaian selama proses pelatihan.
"Melihat Anda banyak yang akan pergi ke Korea, saya mengucapkan selamat dari hati yang paling dalam. Anda semua sudah berhasil melewati ujian bahasa Korea, uji keterampilan, dan penandatanganan kontrak kerja. Ini sangat luar biasa," katanya.
Namun demikian, Choi mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.
Menurutnya, bekerja dan tinggal di Korea Selatan membutuhkan kesiapan mental yang kuat. "Bekerja dan tinggal di Korea akan jauh lebih sulit. Mohon persiapkan diri dan mental dengan kuat," kata dia.
Choi menekankan tiga hal utama yang harus menjadi pegangan PMI selama bekerja di Korea Selatan, yakni keselamatan, kesehatan, serta kemampuan berbahasa dan keterampilan kerja.
"Saya selalu menekankan tiga hal, yaitu keselamatan, kesehatan, serta terus belajar bahasa Korea dan meningkatkan keterampilan. Lima tahun lagi, jika Anda pulang ke Indonesia dengan membawa tiga hal ini, berarti anda sudah sukses," katanya.
Baca juga: KP2MI ingatkan pekerja Indonesia tidak kabur saat bekerja di LN
Baca juga: KP2MI bidik Eropa, Amerika, Australia untuk 500 ribu PMI pada 2026
"Hari ini kita melaksanakan orientasi pra pemberangkatan bagi calon PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan. Ini merupakan bagian dari proses pelindungan, mulai dari sebelum bekerja, saat bekerja, hingga setelah bekerja," kata Menteri P2MI Mukhtarudin di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Jawa Barat, Senin.
Dalam siaran pers Kemen-P2MI di Jakarta, Mukhtarudin mengatakan bahwa melalui pembekalan ini, para calon pekerja migran dipersiapkan agar mampu beradaptasi, bekerja secara profesional, dan terlindungi selama masa penempatan.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan yang selama ini menjadi mitra strategis Indonesia, tidak hanya dalam penempatan tenaga kerja, tetapi juga kerja sama di berbagai sektor strategis yang lain.
Menurutnya, saat ini Indonesia mulai menempatkan tenaga kerja ke sejumlah sektor dengan keahlian menengah hingga tinggi.
Beberapa waktu lalu pemerintah juga telah mengirim pekerja Indonesia ke industri strategis pertahanan Korea Selatan melalui skema visa E7.
"Kita sudah mengirim tahap awal untuk penempatan tenaga kerja berkeahlian tinggi ke Korea Selatan. Artinya, peluang kerja sama ini terbuka untuk tenaga kerja berkeahlian rendah, menengah, hingga tinggi," katanya.
Mukhtarudin menekankan bahwa proses yang dilalui pekerja migran tidaklah mudah, mulai dari pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga lulus ujian bahasa, semuanya merupakan tahapan panjang yang patut diapresiasi.
"Saya ucapkan selamat. Tidak mudah sampai ke tahapan ini. Maka manfaatkan lima hari orientasi pra pemberangkatan ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Selain itu, Mukhtarudin juga berpesan agar para PMI menjaga nama baik bangsa selama bekerja di Korea Selatan, mematuhi aturan setempat, serta menghormati budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan mereka untuk tidak meninggalkan pekerjaan secara sepihak atau kabur dari tempat kerja, yang menurutnya tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga merusak kepercayaan pemberi kerja untuk pekerja Indonesia.
"Saya minta dari 243 orang ini tidak ada yang kabur dan tidak ada yang pulang di tengah jalan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan nama baik bangsa," katanya.
Senada dengan itu, Direktur Indonesia EPS Center, Choi Ho Yoeng, turut mengucapkan selamat kepada PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan sekaligus mengapresiasi capaian selama proses pelatihan.
"Melihat Anda banyak yang akan pergi ke Korea, saya mengucapkan selamat dari hati yang paling dalam. Anda semua sudah berhasil melewati ujian bahasa Korea, uji keterampilan, dan penandatanganan kontrak kerja. Ini sangat luar biasa," katanya.
Namun demikian, Choi mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.
Menurutnya, bekerja dan tinggal di Korea Selatan membutuhkan kesiapan mental yang kuat. "Bekerja dan tinggal di Korea akan jauh lebih sulit. Mohon persiapkan diri dan mental dengan kuat," kata dia.
Choi menekankan tiga hal utama yang harus menjadi pegangan PMI selama bekerja di Korea Selatan, yakni keselamatan, kesehatan, serta kemampuan berbahasa dan keterampilan kerja.
"Saya selalu menekankan tiga hal, yaitu keselamatan, kesehatan, serta terus belajar bahasa Korea dan meningkatkan keterampilan. Lima tahun lagi, jika Anda pulang ke Indonesia dengan membawa tiga hal ini, berarti anda sudah sukses," katanya.
Baca juga: KP2MI ingatkan pekerja Indonesia tidak kabur saat bekerja di LN
Baca juga: KP2MI bidik Eropa, Amerika, Australia untuk 500 ribu PMI pada 2026

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
