Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi Kementerian Agama untuk mendapatkan pencapaian positif dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan dan kemasyarakatan.
Menurutnya, prestasi yang diraih Kementerian Agama selama ini merupakan hasil kerja kolektif dan komitmen kuat seluruh jajaran, dari pusat hingga daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar dalam acara Tasyakuran Hari Amal Bakti Nasional ke-80 Kementerian Agama RI yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1).
"Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan yang kita miliki, termasuk keterbatasan anggaran, Kementerian Agama tetap mampu menunjukkan kinerja yang baik dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat,” ujar Nasaruddin Umar.
Menag menekankan, capaian tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh membuat jajaran Kementerian Agama terlena. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih saat ini harus menjadi pijakan untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang.
"Kita boleh bersyukur, tetapi tidak boleh larut dalam kebanggaan. Apa yang kita capai hari ini adalah amanah yang harus terus kita jaga,” kata Umar.
Salah satu capaian yang disorot adalah meningkatnya indeks kerukunan umat beragama, yang menurutnya mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Namun demikian, Umar menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan semata hasil kerja individu atau pimpinan, melainkan buah dari kerja keras seluruh aparatur Kementerian Agama. Termasuk mereka yang bertugas di daerah terpencil dengan fasilitas dan dukungan yang terbatas.
"Banyak di antara aparatur Kementerian Agama yang bekerja dalam keterbatasan, bahkan jauh dari sorotan. Justru dari merekalah kita belajar tentang keikhlasan dan pengabdian,” ujarnya.
Menag juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, baik dari sisi sosial, teknologi, maupun dinamika keagamaan. Oleh karena itu, Kementerian Agama dituntut untuk bekerja lebih strategis dan sistematis agar keterbatasan anggaran tidak berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan besarnya anggaran. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran yang ada dikelola secara amanah, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Umar.
Menag berharap, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Kementerian Agama dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang rukun serta Indonesia yang damai dan maju, sebagaimana tema Hari Amal Bakti ke-80.




