Pantau - Ratusan warga Brasil menggelar aksi unjuk rasa di pusat kota Rio de Janeiro untuk memprotes serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Aksi ini berlangsung tak lama setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan AS pada 3 Januari lalu.
Demonstrasi diprakarsai oleh sejumlah serikat pekerja dan partai-partai sayap kiri di Brasil.
Para demonstran membawa berbagai poster, spanduk, dan slogan bernada keras seperti "Trump, keluar dari Venezuela" dan "Venezuela harus dihormati".
Mereka juga mengibarkan bendera Venezuela berukuran besar sebagai simbol solidaritas terhadap rakyat negara tersebut.
Kecaman terhadap Kebijakan ASSeorang juru bicara dari Partai Persatuan Rakyat di Rio de Janeiro menyampaikan kecaman keras terhadap serangan tersebut.
"Ini bukan hanya serangan terhadap Venezuela, tetapi terhadap seluruh Amerika Latin," ungkapnya.
Ia juga menyoroti sikap pemerintah AS yang dianggap semena-mena.
"Saat ini, pemerintahan [Presiden AS Donald] Trump dan Amerika Serikat percaya bahwa mereka menguasai dunia dan dapat menyerang negara mana pun, berpura-pura bahwa tidak terjadi apa-apa," ia mengungkapkan.
Penangkapan Maduro dan Tuduhan NarkoterorismePada 3 Januari, militer Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak ke wilayah Venezuela.
Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores ditangkap dan segera dibawa ke New York.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas tuduhan terlibat dalam narkoterorisme serta dianggap sebagai ancaman global, termasuk bagi Amerika Serikat.
Poster-poster dalam demonstrasi juga menyinggung kepentingan ekonomi AS, terutama terkait minyak Venezuela, sebagai motif utama di balik serangan tersebut.



