Wamenkum Sebut Koordinator Demo Tak Dipidana jika Sudah Lapor Kegiatan Sebelumnya

kompas.com
2 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan, koordinator demo tidak akan dipidana jika sebelumnya telah melaporkan rencana kegiatannya kepada aparat berwenang.

Ia menyampaikan ini menanggapi persoalan Pasal 256 KUHP tentang penyelenggaraan pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi.

“Jadi, kalau saudara-saudara perhatikan Pasal 256 itu, kalau saya penanggung jawab demonstrasi, dan saya memberitahukan kepada polisi, lalu timbul keonaran dari demonstrasi itu, saya tidak bisa dijerat pidana karena sudah memberi tahu,” kata Eddy di Jakarta, Senin (5/1/2025), melansir Antara.

Baca juga: KUHP Baru Berlaku, Sekolah hingga Panti Asuhan Jadi Lokasi Hukuman Kerja Sosial

Namun, jika rencana demo tidak diberitahu, kemudian terjadi kerusuhan, maka penanggung jawab atau koordinator demo, bisa dikenakan sanksi pidana.

“Jadi, pasal itu bahasanya adalah di implikasi. ‘Jika dan hanya jika’, tidak memberitahu dan menimbulkan keonaran,” jelasnya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=demonstrasi, KUHP, Edward Omar Sharif Hiariej, koordinator demo&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xOTQ2MjI1MS93YW1lbmt1bS1zZWJ1dC1rb29yZGluYXRvci1kZW1vLXRhay1kaXBpZGFuYS1qaWthLXN1ZGFoLWxhcG9yLWtlZ2lhdGFu&q=Wamenkum Sebut Koordinator Demo Tak Dipidana jika Sudah Lapor Kegiatan Sebelumnya§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Adapun Pasal 256 KUHP yang baru berbunyi: "Setiap orang yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada yang berwenang mengadakan pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi di jalan umum atau tempat umum yang mengakibatkan terganggunya kepentingan umum, menimbulkan keonaran, atau huru-hara dalam masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II."

Sementara dalam bagian penjelasan Pasal KUHP, yang dimaksud dengan 'terganggunya kepentingan umum' adalah tidak berfungsinya atau tidak dapat diaksesnya pelayanan publik akibat kerusakan yang timbul dari adanya pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Sebelumnya, UU KUHP ditandatangani Joko Widodo selaku Presiden RI dan diundangkan Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara pada 2 Januari 2023.

Pasal 624 UU KUHP menyatakan peraturan perundang-undangan tersebut baru berlaku setelah tiga tahun sejak tanggal diundangkan atau 2 Januari 2026. Dengan demikian, KUHP baru ini berlaku pada tanggal tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
24 Gunung Api Berstatus Waspada, ESDM Sukses Mitigasi Bencana Geologi
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hari Ini, Prabowo Bakal Hadiri Panen Raya dan Swasembada Beras di Karawang
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Ulah Sopir Mobil di Bekasi Seret Motor Usai Lawan Arah
• 17 jam laludetik.com
thumb
Eks Ketua PN Jaksel Mengaku Tak Pernah Naik Kapal Marcella dan Suaminya
• 7 jam lalukompas.com
thumb
ICWA Serukan Indonesia Sikap Tegas Terhadap Serangan AS ke Venezuela
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.