Profil Venezuela, Negara Amerika Selatan yang Presidennya Ditangkap AS

medcom.id
2 hari lalu
Cover Berita
Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pasukan gabungan militer dan aparat penegak hukum AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores. Penangkapan berlangsung di kediaman mereka di Caracas, Venezuela.
 
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan setelah diamankan, Nicolas Maduro dan Cilia Flores langsung diterbangkan keluar dari Venezuela sebagai bagian dari operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat.
 
Trump menjelaskan operasi militer AS di Venezuela dilakukan karena adanya ancaman serius, mulai dari perdagangan narkoba hingga migrasi ilegal warga Venezuela ke Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

Ia menyebut operasi tersebut sebagai puncak dari kampanye panjang Amerika Serikat dalam menghadapi persoalan narkoba, migrasi ilegal, serta praktik narko-terorisme. Peristiwa tersebut membuat Venezuela kembali menjadi sorotan masyarakat internasional.
 
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut ulasan singkat mengenai profil negara Venezuela: Profil Negara Venezuela Mengutip dari laman KP2MI, Venezuela merupakan negara republik di kawasan Amerika Selatan yang dipimpin oleh seorang presiden. Secara administratif, negara ini terbagi atas 23 provinsi, satu distrik ibu kota yang mencakup Caracas, serta sejumlah wilayah dependensi federal berupa pulau-pulau lepas pantai.
 
Sebagian besar penduduk Venezuela tinggal di wilayah perkotaan, khususnya di bagian utara negara tersebut. Caracas sebagai ibu kota sekaligus kota terbesar menjadi pusat aktivitas politik, ekonomi, dan sosial. Venezuela juga tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat urbanisasi tertinggi di Amerika Latin.
 
Secara geografis, Venezuela terletak di ujung utara Amerika Selatan dan berbatasan dengan Laut Karibia serta Samudra Atlantik di sebelah utara. Di sisi timur berbatasan dengan Guyana, selatan dengan Brasil, dan barat dengan Kolombia. Sejumlah negara Karibia seperti Aruba, Antillen Belanda, serta Trinidad dan Tobago berada di sekitar perairannya.
 

Baca Juga :

Efek Serangan AS ke Venezuela, Leonardo DiCaprio Absen di Festival Film Palm Springs 2026

Venezuela dikenal memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Bentang alamnya mencakup Pegunungan Andes di barat, hutan hujan Amazon di selatan, dataran luas Llanos dan pesisir Karibia di wilayah tengah, hingga Delta Sungai Orinoco di bagian timur.
 
Selain itu, Venezuela juga terlibat sengketa wilayah dengan Guyana terkait kawasan Essequibo seluas sekitar 159.500 kilometer persegi. Wilayah yang kaya minyak tersebut dikenal dengan sebutan Guayana Esequiba dan telah dikelola Guyana sejak 1899. Negara Penghasil Minyak Terbesar Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dan sejak awal abad ke-20 menjadi salah satu eksportir minyak utama global. Sebelum sektor migas mendominasi, negara ini sempat mengandalkan ekspor komoditas pertanian seperti kopi dan kakao.
 
Mengutip laman BBC, pengelolaan ekonomi yang buruk pada awal abad ke-21 memicu krisis berkepanjangan. Di bawah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, Venezuela menghadapi anjloknya harga minyak, krisis ekonomi dan politik, inflasi tinggi, kelangkaan barang, meningkatnya pengangguran, serta tingginya tingkat kejahatan. Sekitar tujuh juta warga Venezuela dilaporkan telah meninggalkan negaranya.
 
Dalam perkembangan politik terbaru, Maduro dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden pada Juli 2024 oleh Dewan Pemilihan Nasional (CNE) yang dikuasai pemerintah sehingga mengamankan masa jabatan ketiganya.
 
Namun, hasil tersebut ditolak oposisi yang menyebut kandidat mereka, Edmundo González, sebagai pemenang sebenarnya. González dilaporkan melarikan diri ke Spanyol setelah diterbitkannya surat perintah penangkapan.
 
Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sejumlah negara Barat juga menolak mengakui kemenangan Maduro tanpa publikasi data pemungutan suara secara rinci. Meski demikian, hasil pemilu tersebut mendapat pengakuan dari sekutu Maduro, termasuk Rusia, China, dan Iran.
 
Berbeda dengan pemilu 2018 yang memicu pengakuan internasional terhadap oposisi Juan Guaidó, kali ini negara-negara Barat memilih pendekatan diplomatik yang dikenal sebagai “pendekatan Brasil” untuk mendorong transisi kekuasaan secara damai di Venezuela. (Syifa Putri Aulia)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Nakal, Bilang Takut Temukan ini
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
TKA Resmi Jadi Syarat Wajib Siswa Eligible SNBP 2026, Ini Penjelasan Panitia
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
MK Ungkap UU TNI dan Polri Paling Banyak Digugat Sepanjang 2025
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Marah Anaknya Dibilang akan Tinggalkan Juventus, Ayah McKennie: Hentikan Clickbait Omong Kosong Ini!
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Merry Bela Raffi Ahmad Usai Disindir Pandji Soal Isu Cuci Uang
• 10 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.