Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan adanya pihak-pihak yang bersikap nyinyir terhadap pemerintahan yang dipimpinnya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
"Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," ujar Prabowo di hadapan para hadirin. .
Prabowo kemudian menyinggung komitmen politik yang telah lama ia sampaikan sejak masih aktif berkampanye. Ia menyebut isu swasembada pangan sebagai agenda konsisten yang terus ia gaungkan selama puluhan tahun.
"Yang jelas waktu saya kampanye sudah sekian puluh tahun, saya selalu bicara: Indonesia harus swasembada pangan. Selalu saya bicara di mana pun," katanya.
Bahkan, menurut Prabowo, komitmen tersebut telah ia sampaikan sejak masih menjadi bagian dari Partai Golkar.
"Waktu saya masih di Golkar pun saya sudah bicara itu, saksinya banyak orang Golkar di sini karena saya alumni Golkar," ucapnya.
Prabowo menegaskan bahwa fokus tersebut kini benar-benar dijalankan setelah dirinya menjabat sebagai presiden.
"Saya tidak berubah, waktu saya kampanye terakhir swasembada pangan yang pertama. Dan begitu saya jadi presiden, itu fokus saya. Dan saya beri, saya beri target kepada tim saya: Kita harus swasembada beras empat tahun. Itu target saya, empat tahun," pungkas Prabowo.





