Presiden Prabowo Subianto mengaku banyak pihak yang menjadi hambatan baginya dalam memperjuangkan kemajuan bangsa. Bahkan, Prabowo mengaku sempat dituduh ingin menjadi diktator.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Prabowo awalnya menjelaskan tengah perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Indonesia. Termasuk juga untuk menciptakan swasembada pangan.
Meski begitu, Prabowo tetap punya pendirian yang kuat. Dia masih memegang teguh sumpahnya sebagai prajurit TNI.
"Tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia, TNI adalah tentara rakyat. TNI lahir dari rakyat," tegas dia.
Sebagai seorang TNI, menurutnya harus berpihak kepada rakyat. Pasalnya, rakyat juga punya jasa yang besar bagi TNI.
"Waktu kita berjuang, kita diberi makan oleh rakyat Indonesia. Waktu kita menyatakan kemerdekaan, waktu kita menyatakan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 tidak ada anggaran, belum ada kementerian keuangan, belum ada pajak, belum ada bea cukai, siapa yang biayai pejuang-pejuang, siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia," ucapnya.





