GenPI.co - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak Pemerintah Indonesia tidak diam dalam kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.
Sukamta mengatakan Indonesia harus konsisten pada politik luar negeri bebas aktif, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta multilateralisme.
Dia juga menyoroti Perserikat Bangsa-Bangsa (PBB), yang perlu menegakkan hukum internasional secara adil dan setara.
“PBB di persimpangan jalan, tetap relevan sebagai penjaga perdamaian dunia atau semakin terpinggirkan oleh tindakan sepihak negara kuat,” katanya, dikutip dari Antara, Selasa (6/1).
Politikus PKS itu meminta Kemenlu RI meningkatkan kewaspadaan, sekaligus perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.
“Keselamatan WNI merupakan prioritas utama. Negara harus hadir, menjaga posisi Indonesia sebagai suara moral yang konsisten memperjuangan perdamaian,” ujarnya.
Dia menilai penangkapan Presiden Venezuela itu, merupakan ancaman nyata prinsip kedaulatan negara dan tatanan hukum internasional.
“Penangkapan kepala negara tanpa mekanisme hukum internasional yang sah, maha dunia sedang menuju era politik global berbasis kekuatan,” tuturnya.
Sukamta mengatakan Komisi I DPR akan terus mengawal sikap politik luar negeri Indonesia, supaya tetap berdasar konstitusi.
Kemudian, berlandaskan keadilan internasional dan solidaritas kemanusiaan, serta menolak segala normalisasi militer yang mengancam perdamaian dunia. (ant)
Video viral hari ini:




