JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berbicara terkait kekalahannya sebanyak tiga kali dalam pemilihan presiden (Pilpres) setelah mengikuti kontestasi sebanyak empat kali.
Kekalahan itu berakhir pada 2019 saat berhadapan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu merupakan petahana, sebelum akhirnya Prabowo menang pada Pilpres 2024.
"Empat kali ikut pemilu, tiga kali kalah," kata Prabowo dalam sambutannya di Perayaan Natal Nasional 2025 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Prabowo kemudian berkelakar bahwa kekalahannya terjadi lantaran Kepala Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan saat itu tidak mendukungnya. Saat itu, Luhut yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menaruh pilihan kepada Jokowi.
"Soalnya waktu itu Pak Luhut enggak dukung saya, sih," ucap Prabowo.
Prabowo kemudian menyinggung potensi keterlibatannya dalam Pilpres 2029 saat membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, ada pihak yang menuduh dirinya membuat program MBG agar dapat dipilih kembali dalam Pilpres 2029. Namun, menurutnya, hal itu akan bergantung pada kehendak rakyat.
"Ada yang nuduh, ada. Oh, Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali. Selalu berpikir negatif. Tapi kalau rakyat milih saya tahun 2029, apa salah saya? Iya kan? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi, bener nggak?" ujarnya.
Original Article


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F07%2F4c07c23f52260cf62e0b12100b4da100-1001891696.jpg)
