Status Darurat Sampah di Tangsel Berakhir, Masalahnya Belum Juga Selesai

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Status tanggap darurat sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi berakhir pada Senin (5/1/2026).

Namun, berakhirnya status tersebut belum mengakhiri persoalan di lapangan.

Hal itu terlihat dari sejumlah pasar tradisional. Di sana, tumpukan sampah masih menggunung, meluber hingga ke badan jalan, dan menimbulkan bau menyengat.

Kondisi itu terlihat di Pasar Cimanggis, Pasar Ciputat, dan Pasar Jombang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, gunungan sampah di tiga pasar tersebut bahkan menutup separuh jalan.

Baca juga: Sampah Meluber ke Jalan, Pedagang Pasar Cimanggis: Baunya Ganggu, Parkir Juga Susah

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sampah, tumpukan sampah, Status Tanggap Darurat , Sampah di tangerang selatan, bau menyengat, pasar tradisional, darurat sampah, wrap up&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8wNzI4MDE1MS9zdGF0dXMtZGFydXJhdC1zYW1wYWgtZGktdGFuZ3NlbC1iZXJha2hpci1tYXNhbGFobnlhLWJlbHVtLWp1Z2Etc2VsZXNhaQ==&q=Status Darurat Sampah di Tangsel Berakhir, Masalahnya Belum Juga Selesai§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Air lindi tampak mengalir, sementara lalat dan belatung bermunculan di sekitar tumpukan sampah.

KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi tumpukan sampah di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel, yang meluber hingga menutup separuh Jalan Otista Raya, pada Senin (5/1/2026).

Di Pasar Cimanggis dan Pasar Jombang, ketinggian tumpukan sampah bahkan mencapai sekitar tiga meter dan hampir menyentuh atap kios pedagang.

Sementara di Pasar Ciputat dan Pasar Cimanggis, sampah meluber hingga menutup separuh jalan raya dan memanjang di trotoar sekitar 10 meter.

Sampah Meluber dan Tutup Akses Pasar

Di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel, kondisi tumpukan sampah meluber ke Jalan Otista Raya dan menutup akses keluar-masuk pasar yang biasa digunakan pedagang.

Akibatnya, aktivitas pedagang dan pengunjung pasar menjadi tidak nyaman.

Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas terlihat menutup hidung karena bau menyengat dari sampah.

"Pengennya diangkut setiap hari biar bersih, jadi enggak meluber ke pinggir jalan," ujar pedagang sayur, Hartini (42), saat ditemui Kompas.com di Pasar Cimanggis, Senin (5/1/2026).

Baca juga: Tumpukan Sampah di Pasar Cimanggis Luber ke Jalan, Pedagang Minta Pengangkutan Rutin

Menurut Hartini, tumpukan sampah sudah terjadi sejak sebelum pergantian tahun, tepatnya di Desember 2025.

Pengangkutan juga sempat dilakukan, tapi sayangnya tidak menyeluruh, hanya sebagian sampah yang diangkut. Akibatnya, sampah kembali menumpuk.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

"Dari sebelum tahun baru, sudah hampir sebulan. Sempat diangkut sekitar dua kali, tapi enggak semuanya, mungkin bertahap," kata dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dosis Vaksin Dipotong Trump, Jutaan Anak AS Terancam Penyakit Menular
• 12 jam laluidntimes.com
thumb
Venezuela Kirim 113 Ton Emas ke Swiss saat Maduro Berkuasa
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Beraksi Lima Menit, Pelaku Curanmor di Kota Bambu Selatan Jakbar Lepaskan Empat Tembakan
• 9 jam laludisway.id
thumb
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Daerah Bencana Diprioritaskan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gandeng Startup, Bandara Juanda Hadirkan Layanan Transportasi Ramah Lingkungan
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.