Solo: Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan koperasi desa/kelurahan merah putih dari daerah bencana dibangun ulang. Pembangunan ulang akan diprioritaskan agar koperasi tersebut bisa segera beroperasi kembali.
"Untuk daerah terdampak bencana, saat ini masuk tahap rehabilitasi dan akan kami prioritaskan pembangunan kembali agar koperasi bisa segera beroperasi,” ungkap Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, usai menghadiri pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa, 6 Januari 2026.
Hingga saat ini, belum ada laporan pembangunan Koperasi Merah Putih di daerah terdampak bencana yang terhambat. Pihaknya tengah fokus menyelesaikan pembangunan 80 ribu Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Baca Juga :
Seluruh Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi pada Pertengahan 2026"Target kami, pada April tahun ini lebih dari 80 ribu gerai, pergudangan, dan perlengkapan usaha koperasi dapat diselesaikan. Di pertengahan tahun, seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah bisa beroperasi secara lengkap di seluruh Indonesia," beber Ahmad.
Ia juga menegaskan tidak akan ada gesekan antara Koperasi Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebaliknya, keberadaan Koperasi Merah Putih akan disinergikan dengan BUMDes sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk pupuk dan gas elpiji.
"Justru akan disinergikan dengan BUMDes. Sehingga yang menjadi tujuan utama masyarakat mendapatkan harga lebih terjangkau," tegas Ahmad.
Di sisi lain, Ahmad berharap mahasiswa memanfaatkan momentum KKN sebagai ajang pengabdian dan pembelajaran, khususnya dalam memperkuat gerakan koperasi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi itu bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga wujud semangat gotong royong dan kemandirian rakyat.
Koperasi diharapkan mampu memberdayakan masyarakat agar lebih berdaya dan terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi di lingkungannya. "Mahasiswa KKN dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang koperasi, mendampingi UMKM, serta mendorong inovasi dan digitalisasi koperasi di desa," imbuhnya.
Koperasi Merah Putih. Dok Supplychain
Dalam kesempatan yang sama, UNS melepas 2.050 mahasiswa mengikuti KKN Tematik Periode Januari–Februari 2026. Penanggung Jawab KKN yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof Dody Ariawan mengungkapkan selain 2.050 mahasiswa, UNS menerjunkan 73 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk melaksanakan pengabdian masyarakat selama 45 hari, terhitung sejak 6 Januari–19 Februari 2026.
"Para mahasiswa tersebut terbagi ke dalam 185 kelompok, dan ditempatkan di 165 desa dan kelurahan, yang tersebar pada 85 kecamatan, 33 kabupaten, dan sembilan provinsi di seluruh Indonesia," urai Dody.
Sebaran lokasi KKN meliputi wilayah Bali, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sulawesi Tenggara.
Dalam pelaksanaannya, KKN Tematik UNS pada periode ini dikembangkan ke dalam beberapa tema besar. Tercatat sebanyak 93 kelompok melaksanakan KKN Tematik Kemitraan, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa.



