JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau total 55,1 juta penerima manfaat hingga awal Januari 2026, atau satu tahun pelaksanaan program tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyebut angka ini jauh melampaui target awal yang hanya berjumlah enam juta penerima manfaat pada 2025.
"Target yang semula di tahun 2025 itu hanya 6 juta, per hari ini kita masak semua berjumlah 55,1 juta dengan jumlah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) berjumlah 19.800-an," kata Nanik dalam Konferensi Pers Satu Tahun Program MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Tak Mau Ambil MBG Saat Libur, Orangtua Siswa Minta Mentahnya Saja
Menurut dia, mereka dapat melampaui target karena sistem SPPG yang dibangun oleh mitra, bukan sepenuhnya dari pemerintah.
"Ini tidak terduga. Kenapa? Karena luar biasa peran serta masyarakat, para mitra yang membangun dapur yang kalau dibangun sendiri oleh pemerintah tentu mengeluarkan investasi puluhan triliun," imbuh dia.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=makan bergizi gratis, MBG, BGN, setahun MBG&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8xMTM5MDY5MS9zZXRhaHVuLXByb2dyYW0tbWJnLWJnbi1rbGFpbS1sYW1wYXVpLXRhcmdldC1oaW5nZ2EtNTUxLWp1dGEtcGVuZXJpbWE=&q=Setahun Program MBG, BGN Klaim Lampaui Target hingga 55,1 Juta Penerima§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Memasuki 2026, pemerintah pun memasang target ambisius untuk melayani hingga 82,9 juta penerima manfaat pada Mei 2026.
Cakupan penerima manfaat tahun ini akan diperluas secara dengan turut menyasar tenaga pendidik, hingga santri di pondok pesantren yang belum terdaftar di Kementerian Agama.
"Insya Allah bulan Mei 82,9 juta, ini target awal. Dulu waktu di PP 115 belum ada Pak Guru dan tenaga pendidiknya dapat. Nanti berarti 82,9 juta ditambah ada guru, kemudian ada tenaga pendidik," ujar Nanik.
"Ada juga nanti tambahan adalah dari pondok-pondok salaf, jadi yang mungkin selama ini tidak tercatat di Kemenag, itu Bapak Presiden ingin karena gizi ini hak anak Indonesia," lanjut dia.
Selain itu, BGN juga menargetkan anak-anak yang berada di rumah singgah atau yang belum tertampung di sekolah formal melalui skema "sekolah rakyat" untuk mendapat MBG.
Sementara itu, beroperasinya sekitar 19.800 SPPG diklaim telah menciptakan lapangan kerja baru dan melibatkan belasan pemasok bahan baku lokal.
Baca juga: Penumpang JakLingko Antre Tanpa Halte di Terminal Tanjung Priok, Kepanasan dan Kehujanan
"Jadi per hari ini, orang yang langsung bekerja sekitar 902.000 orang di tiap SPPG. Lalu yang tidak langsung berapa? Satu dapur itu kira-kira butuh 10 sampai 15 supplier. Jadi hari ini sekitar 2,5 juta orang bekerja hari ini," kata dia.
Meskipun cakupan penerima melesat tajam, Nanik menyebut anggaran program MBG memiliki sisa yang dikembalikan ke kas negara.
"Duitnya ada, bahkan dikembalikan kemarin Rp 11 triliun ke Departemen Keuangan karena lebih. Jadi (anggaran) sangat cukup, lebih cukup lagi, makanya nanti akan digunakan untuk memperbaiki tadi (jangkauan penerima)," ujarnya.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan bahwa fokus pada tahun 2026 adalah pengawasan mutu dan keamanan MBG.




