REPUBLIKA.CO.ID, SAPARUA - Kisah dari lapangan kini datang di Pulau Saparua, Ambon. Di wilayah kepulauan yang identik dengan tantangan mengenai akses dan jarak, Selly, seorang ibu rumah tangga yang dikenal sebagai nasabah inspiratif PNM Mekaar.
Selly adalah potret keteguhan dari Pulau Saparua yang menjadikan pendidikan sebagai panggilan hati. Ia membuka TK Sintiche secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan membiayai operasional sekolahnya seorang diri, bahkan sempat berada di titik hampir menyerah.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Demi menjaga sekolah tetap berjalan, ia memulai warung kecil hingga akhirnya bertemu PNM pada 2022 melalui program Mekaar, yang memberinya akses modal dan pelatihan usaha. Sejak itu, usahanya berkembang, sekolahnya bertahan, dan kini bahkan menampung anak-anak nasabah Mekaar lainnya.
Kisah Selly menjadi bukti bahwa dari pulau kecil dan peran sederhana seorang guru, lahir kekuatan besar yang mengubah masa depan anak-anak dan lingkungan sekitarnya.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Perjalanan Selly tidak berdiri sendiri. Dukungan pendampingan dari Account Officer (AO) PNM Mekaar dan pertemuan rutin kelompok setiap minggunya menjadi ruang belajar kolektif yang menguatkan kepercayaan diri dan kapasitas kepemimpinannya.
“Dulu beta cuma pikir bagaimana caranya bantu ekonomi keluarga. Tapi sejak ikut Mekaar, beta belajar pimpin kelompok, saling berbagi, dan percaya kalau usaha kecil juga bisa berkembang asal jalan sama-sama. Dari pertemuan tiap minggu dan pendampingan itu, beta jadi lebih berani dan lebih yakin jalani semua,” ujar Selly.
Kisah Selly adalah cerita tentang harapan yang terus dijaga. Tentang bagaimana PNM hadir bukan sekadar memberikan pinjaman, tetapi menemani setiap langkah kecil agar terus berani menatap masa depan.
Lewat Mekaar, pembiayaan berubah menjadi proses belajar untuk menata usaha, menguatkan diri, dan bertumbuh bersama kelompok yang saling menguatkan setiap harinya. Dari pertemuan ke pertemuan selanjutnya, PNM menjaga agar kualitas kapasitas usaha mereka tumbuh dengan perlahan, agar mereka yang dulu hanya bertahan, kini punya keyakinan untuk bermimpi lebih jauh dan berjalan lebih kuat menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Sejauh ini, komitmen tersebut telah terbukti dalam hasil Customer Survey Indeks Mekaar 2024, di mana 72 persen nasabah merasakan peningkatan peran dalam pengambilan keputusan keluarga, 74 persen mengalami peningkatan pendapatan setelah menjadi nasabah, 78 persen telah memiliki dan memahami implementasi laporan keuangan bisnis, serta 90 persen merasakan dampak kemandirian finansial.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa capaian ini menjadi penguat arah pemberdayaan PNM ke depan.
“Ini bukan sekedar survei, di balik angka-angka ini, ada cerita tentang ibu-ibu yang kini lebih berani berpendapat di rumahnya, usaha yang perlahan tumbuh, dan keluarga yang mulai berdiri di atas kakinya sendiri. Itulah adalah upaya kami untuk terus hadir ditengah masyarakat dan mendorong agar semakin banyak kisah Bu Selly lainnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.




