Intervensi Berkedok Kemanusiaan Amerika ke Venezuela

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Keadaan ekonomi Venezuela dalam beberapa tahun terakhir memang sangat memprihatinkan. Inflasi diperkirakan berada di kisaran 180–200 persen. Akibatnya, daya beli masyarakat anjlok drastis. Di sisi lain, gaji para pekerja sangat rendah, hanya sekitar US$1,65 per bulan, angka yang jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Produksi minyak Venezuela pun mengalami penurunan tajam. Jika sebelumnya mampu memproduksi sekitar 3 juta barel per hari, kini jumlahnya merosot menjadi kurang dari 1 juta barel per hari. Banyak perusahaan akhirnya tutup dan melakukan pemutusan hubungan kerja. Kondisi ini mendorong jutaan warga Venezuela bermigrasi ke negara lain demi mencari kehidupan yang lebih layak.

Pertanyaannya, mengapa situasi ini bisa terjadi?

Salah satu penyebab utama adalah sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Amerika memberlakukan sanksi dengan sejumlah alasan. Pertama, Venezuela dianggap memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Rusia, Kuba, dan Iran—tiga negara yang selama ini diposisikan sebagai musuh Amerika Serikat. Kedekatan tersebut tentu memicu kekhawatiran Washington karena dinilai dapat mengancam kepentingan geopolitik mereka di kawasan.

Kedua, Amerika Serikat tidak menyetujui kebijakan nasionalisasi industri minyak yang dilakukan pemerintahan Hugo Chávez pada tahun 2007. Saat itu, sejumlah perusahaan minyak asing seperti ExxonMobil, Chevron, dan Total diubah statusnya menjadi perusahaan patungan dengan negara. Kebijakan ini memicu reaksi keras dari perusahaan-perusahaan minyak asing serta negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Pasalnya, langkah tersebut dianggap mengganggu kepentingan ekonomi mereka karena berpotensi menghilangkan akses terhadap sumber daya alam Venezuela yang sangat strategis.

Kemarahan Amerika Serikat ternyata tidak berhenti setelah wafatnya Hugo Chávez. Nicolás Maduro, sebagai penerusnya, tetap melanjutkan kebijakan-kebijakan yang telah dirintis Chávez. Dalam upaya memperoleh legitimasi dari komunitas internasional, Amerika Serikat kemudian melontarkan berbagai tuduhan terhadap pemerintah Venezuela. Mulai dari tudingan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, kecurangan pemilu, pelanggaran hak asasi manusia, hingga dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkotika.

Berdasarkan tuduhan-tuduhan tersebut, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi dengan dalih untuk menekan pemerintah Venezuela agar melakukan reformasi demokrasi, menghormati hak asasi manusia, dan memberantas korupsi. Namun, alasan-alasan itu pada dasarnya hanyalah tameng politik.

Pada hakikatnya, Amerika Serikat menginginkan pemerintahan Venezuela tunduk dan patuh pada arahan Washington. Dengan begitu, Amerika dapat kembali meraup keuntungan sebesar-besarnya, terutama dari sektor minyak dan sumber daya alam lain yang melimpah di negara tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
7 Arti Mimpi Sakit, Pertanda Kelelahan Mental hingga Kehilangan Peluang Emas
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Tendang Dada Lawan, Pemain PS Putra Jaya Disanksi Larangan Main Seumur Hidup
• 47 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Lowongan PPPK Kemenham: Formasi Lengkap, Syarat, dan Tahapannya
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Rahasia Kulit Glowing: Konsumsi 2 Buah Kiwi Setiap Hari Menurut Penelitian
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Venezuela Kirim 113 Ton Emas ke Swiss saat Maduro Berkuasa
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.