JAKARTA, KOMPAS.TV - Politikus Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Maman Suherman mengungkapkan detik-detik paling traumatis dalam hidupnya saat mengetahui anaknya ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mereka pada 16 Desember 2025 lalu.
Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV, Senin (5/1/2026), Maman mengatakan informasi awal yang ia terima sama sekali tidak mengarah pada dugaan tindak kriminal.
Maman mengaku awalnya menerima panggilan video yang memperlihatkan kondisi anaknya yang sudah berdarah. Saat itu, ia berasumsi anaknya mengalami kecelakaan rumah tangga.
Baca Juga: Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon
"Cuma punya asumsi saya pikir anak saya itu jatuh dari tangga, sehingga saya bergegas berteriak di kantor bahwasanya anak saya itu jatuh dari tangga," ujar Maman.
Dengan perasaan panik, ia segera meninggalkan kantor dan pulang ke rumah. Namun, setibanya di lokasi, asumsi tersebut mulai terbantahkan.
"Ketika saya sampai di rumah, saya juga masih berasumsi dia itu jatuh dari tangga. Melihat ke tangga enggak ada," katanya.
Maman kemudian mencari anak lainnya yang berada di lantai atas. Saat itulah, ia menemukan anaknya dalam kondisi mengenaskan dan sudah tidak bernyawa.
“Maka saya nanya anak apa adiknya di mana? Ada di atas. Nah, saya langsung bergegas ke atas. Di situlah baru saya terlihat anak saya sudah bersimbah darah,” ucapnya.
Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Anak Politikus PKS karena Impitan Ekonomi Usai Rugi Main Kripto
Maman menjelaskan kondisi rumah saat kejadian sangat tidak biasa. Selama ini, kata dia, rumahnya selalu ramai oleh anggota keluarga besar.
"Rumah saya itu kan biasanya ramai terus. Ada ipar, ada ponakan, ada ibu mertua. Semua sering kumpul," kata Maman.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Politisi PKS
- pembunuhan anak politisi PKS
- Maman Suherman
- kasus Cilegon
- kronologi pembunuhan anak
- wawancara Kompas TV




