Serangan Mendadak Militer AS Patut Dicontoh, Proses Penangkapan Maduro Hidup-hidup Terungkap

erabaru.net
2 hari lalu
Cover Berita

Pada 2 Januari larut malam, militer Amerika Serikat bersama aparat penegak hukum melancarkan serangan mendadak ke ibu kota Venezuela, Caracas. Operasi ini berhasil menangkap pemimpin Venezuela yang masuk daftar buronan, Nicolás Maduro. Operasi ini juga mengejutkan dunia. Pada  4 Januari, lebih banyak rincian mengenai keseluruhan misi tersebut diungkap ke publik.

Etindonesia. Pada 3 Januari 2026 pagi, pihak AS berhasil menangkap diktator Nicolás Maduro beserta istrinya dalam sebuah operasi gabungan yang sangat rahasia dan berskala belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada 3 Januari dini hari, puluhan pesawat tempur dan drone militer AS mulai menekan sistem pertahanan udara Venezuela, membuka jalan bagi tim penyerbu helikopter untuk memasuki wilayah target dengan aman. Kemudian mendarat di kompleks yang dijaga sangat ketat milik Maduro, yang terletak di pusat kota Caracas. 

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Caine, menyatakan bahwa pesawat F-22, F-35, F-18, pembom B-1, serta drone memberikan perlindungan penuh sepanjang operasi. Pesawat perang elektronik EA-18G “Growler” juga ikut serta dalam misi penindasan sistem pertahanan udara Venezuela.

Caine pada  3 Januari menjelaskan bahwa operasi yang diberi sandi “Absolute Resolve” ini melibatkan 150 pesawat dari satuan militer dan intelijen AS yang berasal dari 20 pangkalan di Belahan Bumi Barat. Namun, operasi tersebut sempat mengalami penundaan akibat kondisi cuaca.

Helikopter dalam operasi ini terbang rendah, sekitar 100 kaki di atas permukaan laut. Akhirnya, pada pukul 01.01 dini hari, helikopter berhasil mendarat. Pasukan khusus segera bergerak cepat, menembus perlawanan pasukan pengawal, dan menangkap pasangan Maduro sebelum mereka sempat bersembunyi di ruang aman. 

Setelah itu, pasukan segera melakukan penarikan. Pada pukul 03.29 dini hari, seluruh armada keluar dari wilayah udara Venezuela.

Maduro dan istrinya kemudian dibawa ke kapal serbu amfibi USS Iwo Jima. Kemudian pada  3 Januari malam dipindahkan ke Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di negara bagian New York.

Menurut laporan, Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah penangkapan pada pukul 22.46 waktu Pantai Timur AS pada  2 Januari, disertai pesan: “Semoga beruntung, perjalanan lancar.”

Presiden Trump menyatakan bahwa selama operasi berlangsung, militer AS beberapa kali terlibat baku tembak defensif. Satu pesawat terkena tembakan, namun seluruh armada berhasil mundur dengan selamat. Tidak ada korban tewas di pihak AS, tetapi beberapa prajurit AS mengalami luka-luka. Jumlah korban di pihak Venezuela hingga kini belum diketahui.

Trump juga mengatakan bahwa selain melakukan serangan presisi terhadap sistem pertahanan udara, pihak AS secara bersamaan melancarkan perang siber untuk membantu tim udara dan darat menyingkirkan berbagai hambatan. Militer AS juga memutus pasokan listrik, membuat area sekitar tempat persembunyian Maduro tenggelam dalam kegelapan.

Diketahui bahwa badan intelijen dan militer AS telah secara rahasia mempersiapkan operasi ini selama berbulan-bulan. Pasukan Delta bahkan membangun replika rumah Maduro dalam skala 1:1 untuk latihan. CIA telah mengirim agen ke wilayah Venezuela sejak Agustus tahun lalu untuk menanam sumber intelijen kunci dan memantau pergerakan Maduro secara real time. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yu Liang dan Chi Xiao


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Bidik Prestasi Baru di Asian Games 2026
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Trump: Semua Hasil Jual Minyak Venezuela Dipakai untuk Beli Produk AS
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Editorial MI: Menjaga Muruah Pengadilan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026, Fokus Tingkatkan Keamanan Pangan
• 45 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.