BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026, Fokus Tingkatkan Keamanan Pangan

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 82,9 juta orang pada 2026.

BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026, Fokus Tingkatkan Keamanan Pangan. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 82,9 juta orang pada 2026.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, sepanjang satu tahun pelaksanaan MBG telah terlihat dampak positif, meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang terus dibenahi.

Baca Juga:
Mulai Awal 2025, Program MBG Menjangkau 55,1 Juta Penerima Manfaat

"Di tahun 2026 ini kita akan terus kejar target 82,9 juta, sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi akreditasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ke depan, kata Dadan, BGN akan melakukan sertifikasi dan akreditasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengelompokkan layanan berbasis kualitas.

Baca Juga:
Prabowo Minta Kepala BGN Tingkatkan Disiplin Prosedur MBG

Langkah tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan standar pelayanan, termasuk aspek keamanan pangan.

Baca Juga:
Kepala BGN Lapor Ada 15 Kasus Program MBG di Desember 2025, Begini Respons Prabowo

“Kami kejar target agar seluruhnya unggul sehingga makanan yang dihasilkan tidak hanya membuat anak tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria, tetapi juga aman dikonsumsi,” kata dia.

Dadan mengungkapkan, sejak pertama kali dijalankan pada awal 2025 hingga awal 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat. Capaian tersebut setara dengan jumlah penduduk Korea Selatan dan Australia.

"Di akhir tahun dan awal Januari karena 55,1 juta itu sudah melebihi penduduk Korea Selatan. Korea Selatan kan hanya 51,5 (juta), sehingga kita sudah bisa memberikan satu negara sebesar Korea Selatan. Dan kalau Australia itu dua kali Australia ya, 27 juta kali dua, persis," ujarnya.

Dadan mengungkapkan, pelaksanaan program MBG ditopang oleh keberadaan SPPG yang mulai dibentuk pada 6 Januari 2025. Pada tahap awal, jumlah SPPG tercatat sebanyak 190 unit.

Hingga awal Januari 2026, jumlah tersebut meningkat pesat menjadi 19.188 SPPG yang telah beroperasi di 38 provinsi.

Dadan menambahkan, pesatnya pertumbuhan program MBG tidak lepas dari kontribusi masyarakat dan para mitra. Seluruh pembangunan SPPG yang telah beroperasi tersebut dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat.

"Program ini tumbuh dengan cepat karena kontribusi masyarakat yang luar biasa, harus Anda ketahui bahwa 19.188 SPPG yang sekarang sudah operasional, pembangunannya 100 persen dibiayai oleh masyarakat. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada para mitra yang sudah luar biasa membantu program ini demikian cepat," ujar Dadan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nadiem Ajukan Permohonan Berobat dan Penangguhan Penahanan, Begini Reaksi Hakim
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Meneguhkan Daulat Rakyat Lewat Pilkada Langsung
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Ini Kata KPK soal Penahanannya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Preview PSM Makassar vs Bali United: Mimpi Tuan Rumah Memutus Tren Buruk
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Presiden Kolombia dan Brasil Bahas Krisis Venezuela, Tolak Penggunaan Kekuatan dan Dorong Penyelesaian Damai
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.