FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua KPR Polri Jimly Asshiddiqie bicara soal polemik antara negara karena permasalahan Amerika Serikat dan Venezuela.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Jimly Asshiddiqie bicara soal kedaulatan semua negara.
Ia menyebut ini jadi sesuatu yang tidak ada alasannya bisa terjadi.
Hanya saja, dengan catatan penting semua negara berhenti dan mengutuk keras penyerangan dan penculikan.
“Tdk ada alasan bagi semua negara berdaulat,” tulisnya dikutip Selasa (6/1/2026).
“Kecuali mengutuk keras penyerangan & penculikan presiden negara berdaulat Venezuela,” ungkapnya.
Lebih jauh, soal tindakan AS yang bisa saja dinormalisasi ini akan berdampak buruk ke depannya.
Jika tindakan seperti itu dibenarkan bisa saja semua negara harus siap diberlakukan yang sama.
“Kalau tindakan AS seperti ini dibenarkan maka semua negara harus siap,” sebutnya.
“Untuk diperlakukan sama oleh AS dg abaikan hukum int’l,” terangnya.
Sebelumnya, serangan “kilat” Amerika Serikat ke Venezuela sekaligus membuka babak baru konflik energi dan kekuasaan di kawasan Amerika Latin.
Penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro memicu ketidakstabilan domestik, reaksi keras komunitas internasional, serta gejolak terbatas di pasar minyak dunia yang sarat kepentingan strategis.
Peristiwa ini menandai perubahan peta kekuatan energi global, termasuk bagi Indonesia.
Serangan militer AS ke Venezuela pada 3 Januari 2026 menjadi peristiwa geopolitik paling mengejutkan di awal tahun.
Operasi ini berlangsung pada dini hari dan langsung menyasar pusat kekuasaan di Caracas.
Pemerintah AS menyebutnya sebagai tindakan penegakan hukum dan keamanan nasional.
(Erfyansyah/fajar)





