GenPI.co - PSSI akan menindak tegas tindakan kekerasan di lapangan hijau menyusul insiden brutal yang terjadi pada Liga 4 PSSI Jawa Timur.
Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Umar Husin menyatakan pemain PS Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar harus dijatuhi hukuman berat setelah melakukan tendangan ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha.
Insiden tersebut terjadi pada pertandingan PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung dan dengan cepat viral di media sosial.
Pada tayangan video yang beredar, Muhammad Hilmi terlihat melakukan tendangan keras menyerupai tendangan kungfu ke arah dada Firman Nugraha saat kedua pemain berusaha berebut bola di area tengah lapangan.
Gelombang kecaman publik pun mengalir deras. Menyusul sorotan tersebut, manajemen PS Putra Jaya mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak Muhammad Hilmi.
Menanggahi hal itu, Umar mengatakan tindakan keras dan brutal tidak memiliki tempat dalam sepak bola Indonesia.
Dia pun meminta Panitia Disiplin (Pandis) maupun Komite Disiplin di semua level kompetisi agar tidak ragu mengambil keputusan tegas demi menjaga marwah dan keselamatan olahraga sepak bola.
"Kami mengimbau kepada seluruh Pandis atau Komdis di semua tingkatan liga agar tidak ragu-ragu menghukum pihak yang melakukan pelanggaran keras dan brutal sehingga mengganggu jalannya kompetisi," ujar Umar dikutip dari PSSI, Selasa (6/1).
Menurut Umar, langkah tegas diperlukan tidak hanya untuk memberi efek jera, tetapi sebagai bentuk perlindungan terhadap atlet dan keberlangsungan kompetisi.
Dia bahkan menyebut hukuman terberat bisa saja dijatuhkan atas pelanggaran tersebut.
"Terkait kejadian ini, kami menilai pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk kemungkinan larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup," kata Umar.(*)
Tonton Video viral berikut:



