Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Kab. Solok
Pemerintah Kabupaten Solok mulai menyusun langkah strategis dalam penanganan pascabencana hidrometeorologi. Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi dan penyusunan rencana kegiatan masa transisi pemulihan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, di Ruang Rapat Setda, Senin (5/1/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Dr. Ir. Udrekh, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Solok.
Dalam arahannya, Sekda Medison menegaskan bahwa masa transisi pemulihan merupakan fase krusial bagi pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak. Menurutnya, pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak.
“Pemulihan tidak cukup hanya membangun kembali yang rusak, tetapi memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman, bermartabat, dan berdaya. Di sinilah kolaborasi menjadi kunci,” ujar Medison.
Medison juga meminta seluruh OPD dan pemerintah kecamatan untuk menyelaraskan program kerja dengan rencana pemulihan yang terintegrasi. Ia menekankan agar setiap rencana kegiatan pascabencana disusun berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar memenuhi aspek administratif.
“Evaluasi harus berbasis data dan pengalaman lapangan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” tambahnya.
Melalui pertemuan lintas sektor ini, Pemkab Solok menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola penanganan bencana agar lebih responsif dan inklusif. Selain sebagai upaya pemulihan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Editor: Redaksi TVRINews





