Banjir dan Longsor Tewaskan 3 Orang di Lebak, Kerugian Infrastruktur Tembus Rp23 Miliar

rctiplus.com
2 hari lalu
Cover Berita

LEBAK, iNews.id - Banjir dan longsor menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta merendam ratusan rumah warga di Kabupaten Lebak, Banten. Selain korban jiwa, bencana hidrometeorologi tersebut juga mengakibatkan puluhan titik infrastruktur mengalami kerusakan sejak akhir Desember 2025.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat, sebanyak 530 rumah terdampak banjir dan longsor Lebak dalam periode Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dampak kerusakan juga terjadi pada 29 titik infrastruktur yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan bencana tersebut melanda sedikitnya 22 desa. Meski kondisi banjir mulai berangsur surut, warga masih merasakan dampak kerusakan yang cukup signifikan.

“Untuk kerugian estimasi infrastruktur sekitar Rp23 miliar dan rumah Rp700 juta,” ujar Sukanta dikutip dari iNews Lebak, Senin (5/1/2026).

Sukanta menjelaskan, selain ratusan rumah terendam, terdapat 155 unit rumah yang mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan. Kerusakan tersebut dipicu banjir dan longsor Lebak akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama.

Dalam penanganan dampak banjir dan longsor Lebak, BPBD Kabupaten Lebak terus melakukan koordinasi lintas sektor. Salah satunya dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan dan infrastruktur vital.

“Kami selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan kebencanaan itu,” ujar Sukanta.

Dia menambahkan, bencana longsor di Kecamatan Cilograng dan Cibeber sempat menutup jalur penghubung menuju Sukabumi, Jawa Barat. Penanganan darurat dilakukan agar akses transportasi masyarakat dapat segera dibuka kembali.

Selain itu, BPBD Lebak juga berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Upaya yang dilakukan antara lain pembangunan saluran pembuangan air di bawah badan jalan.

Sukanta mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor Lebak agar meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026.

“Kami minta warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam, bila cuaca ekstrem yang ditandai hujan sangat lebat disertai angin kencang, sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MBG pertama di tahun 2026, BGN ingatkan guru juga harus dapat
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Elektrifikasi 2025 Dinilai Kurang Memuaskan, Prabowo Minta 5.700 Desa Dapat Pasokan Listrik
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
RK Wajib Nafkahi Zahra Minimal Rp 20 Juta/Bulan Usai Cerai dengan Atalia
• 12 jam laludetik.com
thumb
Harga Minyak Turun, Investor Cermati Aksi Trump Ambil Alih Pasokan Venezuela
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Apa Itu Aturan 40-40 dalam Permainan Padel? Inilah Penjelasannya
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.