Hambalang, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi penekanan keras pada percepatan elektrifikasi nasional setelah terungkap masih ada ribuan desa di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.
Dalam agenda retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026), isu ketimpangan akses energi dasar itu menjadi salah satu perhatian utama Kepala Negara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan Prabowo tidak ingin ada satu pun wilayah tertinggal dari akses listrik, yang menjadi fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kemudian juga beliau melaporkan mengenai yang salah satu concern Bapak Presiden adalah berkenaan dengan masih adanya 5.700 desa yang sampai hari ini belum teraliri listrik,” ujar Prasetyo kepada wartawan usai retret.
Menurut Prasetyo, capaian elektrifikasi sepanjang 2025 dinilai belum memuaskan. Dari total 5.700 desa yang belum teraliri listrik, baru sekitar 1.400 desa yang berhasil mendapatkan sambungan listrik. Presiden pun meminta langkah percepatan dilakukan secara serius dan terukur.
“Oleh karena itu Bapak Presiden sebagaimana tadi juga sudah kami sampaikan beliau meminta percepatan supaya 5.700 desa ini dapat semua sudah teraliri listrik,” katanya.
Sejalan dengan arahan Presiden, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun target jangka menengah untuk menuntaskan persoalan desa tanpa listrik.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyatakan pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik paling lambat pada 2029 hingga 2030.
“Yang berikut kami juga laporkan bahwa kami sekarang lagi fokus untuk bagaimana bisa melayani desa-desa, dusun-dusun yang belum ada listrik. Tahun ini atas perintah Bapak Presiden, kita mampu membangun jaringan di seribu seratus lebih desa,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Untuk tahun 2026, Kementerian ESDM menargetkan penambahan elektrifikasi di sekitar 1.000 hingga 2.000 desa baru. Presiden Prabowo, kata Bahlil, telah memberikan arahan tegas agar tidak ada lagi desa yang hidup dalam kegelapan di akhir dekade ini.
Percepatan elektrifikasi desa menjadi bagian dari agenda besar pemerintahan Prabowo dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, mengurangi kesenjangan wilayah, serta memastikan seluruh rakyat Indonesia mendapatkan hak dasar atas energi.(agr/raa)


