JAKARTA – Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan ia akan “mengangkat senjata” untuk negaranya jika perlu. Pernyataan itu disampaikan Petro seiring dengan ancaman yang dilayangkan Amerika Serikat (AS) terhadap dirinya dan pemerintahan Kolombia.
Dalam unggahan di media sosial pada Senin (5/1/2026), Petro, mantan pejuang sayap kiri, mengatakan bahwa intervensi kekerasan AS di Kolombia, seperti yang dilakukan di Venezuela pada akhir pekan lalu, akan memicu respons.
“Saya bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi,” kata Petro, sebagaimana dilansir Al Jazeera. “Tetapi demi tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi.”
Petro telah muncul sebagai kritikus vokal Presiden AS Donald Trump, yang mengancam Kolombia dengan kemungkinan serangan militer atas nama memerangi perdagangan narkoba.
Kedua pemimpin tersebut sering saling menghina, tetapi ancaman Trump semakin bermusuhan dalam beberapa hari terakhir.


