Indonesia Capai Rekor Cadangan Beras 3 Juta Ton

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Bogor, Jawa Barat

Capaian ini menjadi fondasi utama Presiden Prabowo menuju swasembada pangan dan energi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintahannya untuk mencapai kemandirian nasional melalui penguatan sektor pangan dan energi. 

Hal tersebut disampaikan dalam taklimat awal tahun pada rangkaian retret Kabinet Merah Putih yang digelar di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Selasa 6 Januari 2026.

Dalam arahannya, Presiden menyatakan rasa puas atas capaian kinerja jajarannya selama satu tahun terakhir. Meski sebelumnya ia memberikan target waktu empat tahun untuk mencapai swasembada, perkembangan yang ditunjukkan oleh kementerian terkait dinilai melampaui ekspektasi awal.

Salah satu indikator utama yang disorot adalah ketahanan stok pangan nasional. Presiden mengungkapkan bahwa cadangan beras di gudang pemerintah saat ini telah mencatatkan rekor baru.

"Pernah di pemerintahan Presiden Soeharto kita di puncak memiliki cadangan beras di gudang sebanyak 2 juta ton. Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. 

Ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah RI," ujar Presiden Prabowo di hadapan para anggota kabinet.

Ekspansi Komoditas dan Kedaulatan Energi

Keberhasilan pada sektor beras diharapkan menjadi pemantik bagi komoditas pokok lainnya. Presiden menginstruksikan agar pola swasembada yang sama segera diterapkan pada sumber karbohidrat dan protein lain, seperti jagung dan singkong.

Selain pangan, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa kedaulatan energi merupakan pilar krusial bagi kemakmuran bangsa. 

Baca juga: Retret di Hambalang: Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Menurutnya, ketergantungan pada pihak asing dalam pemenuhan kebutuhan energi akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

"Swasembada pangan artinya karbohidrat dan protein kita harus mandiri. Selanjutnya adalah swasembada energi. 

Jika kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi, tidak mungkin kita makmur. Tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan," paparnya.

Filosofi Kemandirian Bangsa

Pada sambutannya Presiden juga menekankan bahwa swasembada bukan sekadar target ekonomi, melainkan elemen esensial dari kemerdekaan sebuah negara. 

Ia menegaskan bahwa kedaulatan sejati hanya dapat dicapai apabila sebuah bangsa mampu menjamin kebutuhan dasar rakyatnya secara mandiri.

"Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya," tegasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dirut Jasa Marga: Sukses Melayani 5,8 Juta Kendaraan Lewati Jalan Tol Jasa Marga Group Periode Libur Nataru 2025/2026
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Umumkan Swasembada: Prabowo: Tak Masuk Akal, RI Kaya tapi Impor Pangan Terus
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Figura Beri Apresiasi kepada Kepala BNN atas Kinerja Pemberantasan Narkoba
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Ketua DPD RI Sultan Sebut Swasembada Pangan Kunci Sukses Program MBG dan Jaga Stabilitas Ekonomi
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Campak Merebak di 5 Kabupaten Banjir Sumatera, Menkes Gencarkan Imunisasi Anak
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.