Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, khawatir terhadap potensi meningkatnya kasus campak di wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.
Budi mengatakan, pemerintah mulai menggencarkan program imunisasi khusus bagi anak-anak.
“Yang kita paling khawatir itu yang campak, karena itu penularannya cepat sekali, dan itu bisa mematikan kalau di anak-anak, kalau terlambat ditangani,” jelas Budi saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1).
Menurut Budi, campak menjadi penyakit menular yang paling diawasi secara ketat karena tingkat penularannya sangat tinggi.
“Nah, penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang paling banyak, campak. Karena campak itu penularannya, satu orang bisa kena nular yang berapa, itu paling banyak di campak,” jelasnya.
Kemenkes mencatat, campak telah teridentifikasi di lima kabupaten di wilayah terdampak. Menyikapi kondisi tersebut, imunisasi khusus langsung dijalankan sejak pekan ini.
“Campak itu kita identifikasi ada di lima kabupaten. Nah, di situ kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini. Jadi hari Senin kemarin itu juga jalan,” jelas Budi.
“Jadi program imunisasi anak-anak, di daerah-daerah yang sudah kita identifikasi ada campak,” lanjutnya.
Pantau ISPA-DiareSelain campak, Kemenkes memantau sejumlah penyakit lain yang muncul di pengungsian, seperti ISPA, penyakit kulit, dan diare.
“Jadi yang paling besar itu ISPA, kemudian kulit, penyakit diare, itu obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ungkap Budi.
“Yang kita lihat memang penyakit menular yang kita amati ada, campak ada, TBC, TBC memang selalu ada ya, tapi kita temui juga sama leptospirosis,” sambungnya.
Meski demikian, campak tetap menjadi perhatian utama karena dampaknya yang serius terhadap anak-anak jika tidak segera ditangani.
“Nah itu sebabnya kenapa kita mulai kemarin kita lakukan imunisasi khusus untuk daerah-daerah yang kita identifikasi, ada yang terbukti, ada yang kena campak anak-anak,” pungkas dia.



