Lagi-lagi Sampah di Ciputat Tangsel Menggunung: Kini Setinggi Truk

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pengendara yang melintasi Jalan Raya Otista, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, harus ekstra bersabar. Gunungan sampah setinggi truk dari kawasan Pasar Cimanggis meluber hingga menutup hampir separuh badan jalan dan menghambat arus lalu lintas, Selasa (6/1/2026).

Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat. Bau menyengat dari tumpukan sampah juga menambah ketidaknyamanan pengguna jalan.

“Ini penyebabnya nih. Makan setengah jalan. Belum lagi depan jalannya jelek,” ucap seorang pengendara mobil di lokasi.

Jalan Rusak Pula

Tak hanya diadang gunungan sampah, sekitar 30-100 meter dari titik tersebut kondisi jalan juga rusak parah. Aspal di sejumlah bagian mengelupas dan membentuk lubang-lubang besar yang mengganggu kelancaran lalu lintas.

Akibat kombinasi jalan menyempit dan rusak, laju kendaraan dari arah Pamulang, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor menuju Ciputa-Jakarta terpaksa melambat dan kerap menimbulkan kemacetan.

Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, tinggi gunungan sampah mencapai sekitar tiga meter. Selain menyempitkan jalan, bau menyengat juga tercium kuat, memaksa sejumlah pengendara menutup hidung saat melintas.

Tak jauh dari tumpukan sampah, terdapat genangan air di jalan rusak yang turut mengeluarkan bau tak sedap. Pengendara harus melaju perlahan agar tidak terjatuh atau saling menyiprati air.

Kata Pedagang Nasi Rames

Pedagang nasi rames di Pasar Cimanggis, Uci (49), mengatakan kemacetan di lokasi tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari dan kini diperparah oleh tumpukan sampah dan jalan rusak.

“Macetnya mah setiap hari. Mau pagi atau sore macet terus. Enggak hari libur, enggak hari biasa, emang sering macet di sini,” ujar Uci.

Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi pada pagi dan sore hari saat jam berangkat kerja dan sekolah, meski hingga siang hari arus lalu lintas masih kerap tersendat.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Budi (47). Ia mengatakan tumpukan sampah yang menutup sebagian badan jalan membuat kemacetan semakin parah, terutama pada pagi hari.

“Kalau pagi, pas orang-orang pada masuk kerja. Ini tuh macet karena jalanannya kan ketutup sebelah juga,” kata Budi.

Ia juga menyoroti kondisi jalan rusak yang kerap menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat licin.

“Banyak orang yang jatuh di sana,” tuturnya.

Penjelasan Dinas LH

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Bani Khosiyatullah, mengakui masih terjadi penumpukan sampah karena pembuangan ke TPAS Cilowong, Kota Serang, masih bersifat uji coba. Kuota pengangkutan per hari dibatasi 10 truk dengan kapasitas sekitar 40-50 ton.

“Pengangkutan dilakukan secara bergiliran, belum bisa serentak karena kuota belum optimal,” ujarnya, Senin (5/1).

Hingga berita ini diturunkan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang masih belum beroperasi. Meski beberapa kali dilakukan pembersihan, tumpukan sampah di kawasan Pasar Cimanggis masih terus menggunung.

Warga dan pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah dan memperbaiki jalan agar kemacetan tidak terus berulang dan aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Singgung Reformasi, Menteri HAM Natalius Pigai: Suatu saat KPK Tidak Boleh ada Lagi di Indonesia
• 14 jam laludisway.id
thumb
Thomas Frank Konfirmasi Mohammed Kudus Absen Bela Spurs Kontra Bournemouth
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo Tanggapi Tuduhan Ingin Jadi Diktator: Perjuangan Saya Demi Rakyat
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Detik-Detik Longsor Gunung Kaupas di Serang, Warga Panik Selamatkan Diri | BERUT
• 59 menit lalukompas.tv
thumb
Polda Jabar Perpanjang Penahanan Resbob Tersangka Kasus Ujaran Kebencian
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.