JAKARTA, DISWAY.ID-- Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim didakwa memperkaya diri sendiri Rp 809 miliar dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, pada Senin, 5 Januari 2026, di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Kuasa hukum Nadiem, Dodi S Abdulkadir, mengatakan bahwa uraian bukti-bukti yang ada di dalam dakwaan tidak ada pembuktian mengenai penerimaan keuntungan yang disebutkan telah diterima oleh kliennya.
BACA JUGA:Sorak Sorai Festival Meriahkan Nataru 2025-2026 di TMII, Bank Raya dan Visa Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa
BACA JUGA:Cara Klaim Kode Redeem FF di Aplikasi ShopeePay, Dapatkan Diamond Gratis hingga 31 Januari 2026!
"Tuduhan Pak Nadiem menerima Rp 800 miliar, tadi sudah diuraikan, itu bagaimana bisa masuk akal? Keuntungan dari CDM Rp 600 miliar, kemudian Nadiem dikatakan menerima keuntungan Rp 800 miliar," ujar Dodi dikutip Selasa, 6 Januari 2026.
"Kemudian dari semua>Oleh karena itu, kata Dodi, kliennya menyatakan dan bersedia untuk membuka atau melihat data kekayaan. Apakah memang ada dana yang diterima oleh Nadiem Makarim.
"Kemudian, juga tadi terbukti sudah diuraikan bahwa ternyata angka Rp 800 miliar itu adalah asumsi jaksa yang mengambil angka dari transaksi PT AKAB kepada PT Gojek," tuturnya.
BACA JUGA:Polda Metro Selidiki Laporan Demokrat yang Tuding SBY Sebarkan Isu Ijazah Jokowi!
BACA JUGA:Gubernur DKI Pramono Anung Perintahkan Dinkes Siaga Hadapi Super Flu
Sebelumnya diwartakan, Nadiem Anwar Makarim (NAM) didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp 809,5 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Hal itu disampaikan salah satu jaksa dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 5 Januari 2026.
"Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu terdakwa Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp 809,5 miliar," kata Jaksa.
Berdasarkan surat dakwaan, Nadiem dinilai telah menyalahgunakan wewenang. Ia juga disebut telah mengarahkan spesifikasi pengadaan sehingga Google sebagai satu-satunya ekosistem pendidikan di Indonesia.
BACA JUGA:Cara Daftar Internet Rakyat Rp100 Ribu Januari 2026 Pakai HP, Cek Wilayah Jangkauan
BACA JUGA:Pembabat Hutan Papua Pamer Tangkap Burung Kasuari, Netizen: Rumahnya Dirusak, Hidupnya Diambil
- 1
- 2
- »





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4773971/original/069282400_1710509486-Jepretan_Layar_2024-03-15_pukul_20.28.19.jpg)