Usai Cerai dengan Bugi Ramadhana, Andhara Early Akui Kondisi Mentalnya Berangsur Membaik

grid.id
1 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Andhara Early mengungkap kondisi mentalnya perlahan membaik usai resmi bercerai dari Bugi Ramadhana. Ia menyebut proses tersebut tidak instan, namun kini merasa lebih sehat secara emosional.

Dalam wawancara terbaru, Andhara mengakui sempat berada di fase melow pasca perpisahan. Meski begitu, ia berusaha tidak larut terlalu lama dalam kondisi tersebut.

“Mudah-mudahan ya, sekarang anxiety sudah jarang muncul,” kata Andhara dikutip Grid.ID melalui akun Youtube Reyben Entertainment, Senin (05/01/2026).

Ia menyadari proses pemulihan emosional membutuhkan waktu, terutama setelah menjalani pernikahan selama 14 tahun. Andhara menilai wajar jika perasaan naik turun masih kerap dirasakan.

Namun, ia menegaskan tidak ingin terus terjebak dalam kesedihan. Menurutnya, hidup harus tetap berjalan meski situasi tidak sesuai harapan.

Andhara menyebut banyak belajar mengenali emosinya sendiri setelah perceraian. Ia mencoba lebih jujur pada apa yang dirasakan tanpa memaksakan diri terlihat baik-baik saja.

“Jadi banyak belajar kelola emosi,” ungkapnya.

Sebagai seorang perempuan dan ibu, Andhara merasa bertanggung jawab untuk kembali kuat. Ia ingin memastikan kondisi mentalnya stabil demi anaknya.

Hak asuh anak yang kini berada padanya juga menjadi motivasi tersendiri. Andhara ingin menciptakan lingkungan yang sehat secara emosional bagi keluarga kecilnya.

Meski berpisah, komunikasi dengan Bugi Ramadhana disebut masih berjalan cukup baik. Keduanya tetap berkoordinasi terkait anak dan aktivitas sehari-hari.

“Komunikasi masih berjalan baik,” tambahya.

 

Andhara menilai kedewasaan dalam menyikapi perpisahan sangat penting. Ia tidak ingin konflik berkepanjangan justru berdampak pada kesehatan mental semua pihak.

Ia juga menegaskan tidak menutup mata terhadap rasa lelah emosional yang pernah dialami selama pernikahan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan ia memilih berhenti dan memulihkan diri.

Menurut Andhara, keputusan berpisah justru membantunya mengenal batas diri. Ia kini lebih memahami apa yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan hidup.

Soal masa depan, Andhara mengaku belum ingin berpikir terlalu jauh. Fokus utamanya saat ini adalah menata perasaan dan kembali merasa utuh sebagai individu.

Ia pun menegaskan tidak ingin memaksakan diri membuka hati dalam waktu dekat. Baginya, pemulihan diri jauh lebih penting daripada memenuhi ekspektasi orang lain.

Andhara menilai kebahagiaan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Ia memilih menjalani hidup selangkah demi selangkah dengan lebih sadar.

Andhara berharap proses yang ia jalani bisa menjadi pembelajaran. Ia ingin keluar dari fase ini sebagai pribadi yang lebih kuat dan sehat secara mental.

“Semoga semua ini bisa menjadi pelajaran,” tutupnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Harap Negosiasi Tarif dengan AS Rampung Akhir Januari 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Richard Lee Diperiksa sebagai Tersangka, Doktif Ikut Pantau Datangi Polda
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Arsenal vs Liverpool: Menanti Pencetak Gol ke-200
• 12 jam lalugenpi.co
thumb
Unilever (UNVR) Jual Bisnis Teh Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jasad Anak Pelatih Valencia CF Ditemukan, Tinggal 1 Korban Hilang
• 10 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.