Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 6 Januari 2026, setelah direvitalisasi usai mangkrak selama sekitar empat hingga lima tahun dan kini dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pramono Anung menyampaikan Pasar Kombongan merupakan salah satu pasar rakyat yang lama terbengkalai dan direvitalisasi sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga.
"Pasar Kombongan sudah mangkrak selama 4–5 tahun. Hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ungkap Pramono.
Pasar Kombongan kini memiliki dua lantai dengan total daya tampung 121 kios dan 50 los untuk para pedagang.
Pembagian unit usaha terdiri atas 71 kios dan 50 los di lantai dasar serta 50 kios di lantai satu.
Pramono mengungkapkan masih terdapat sejumlah permasalahan yang perlu segera diselesaikan setelah mendengarkan langsung keluhan para pedagang Pasar Kombongan.
Pramono menyatakan keinginannya agar Pasar Kombongan benar-benar hidup kembali dan ramai dikunjungi pembeli.
"Saya ingin pasar ini benar-benar hidup kembali. Karena itu, saya minta masukan langsung dari para pedagang mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki agar pembeli semakin banyak datang ke Pasar Kombongan," ujarnya.
Keluhan utama pedagang berkaitan dengan menurunnya aksesibilitas pasar akibat penutupan jalur karena lintasan kereta api.
Pedagang berharap adanya pembukaan akses setidaknya untuk kendaraan roda dua agar aktivitas perdagangan kembali meningkat.
Menanggapi hal tersebut, Pramono langsung meminta jajaran terkait termasuk Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat dan Perumda Pasar Jaya untuk mencari solusi konkret.
Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar serta mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai melalui QRIS demi kenyamanan dan keamanan pembeli.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menyampaikan pihaknya saat ini mengelola 153 pasar di seluruh Jakarta.
Agus menjelaskan hingga Desember 2025, Perumda Pasar Jaya telah memperbaiki hampir 84 pasar di wilayah Jakarta.
Terkait parkir liar, Agus memastikan pengelolaan parkir di Pasar Kombongan telah bekerja sama dengan pihak ketiga dan masyarakat diminta melapor jika menemukan praktik parkir tidak resmi.
Pasar Kombongan dilengkapi fasilitas mushala, toilet umum dan disabilitas, jaringan air PAM, ruang genset, ruang laktasi, area bongkar muat, parkir kendaraan, hidran, CCTV, dan tempat penampungan sampah sementara.
Seluruh kios dan los di Pasar Kombongan telah menerapkan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS Bank Jakarta.
Pada awal 2024, Perumda Pasar Jaya juga telah meresmikan Pasar Jatirawasari dan Pasar Cilincing sebagai bagian dari program revitalisasi pasar rakyat.




