Terinfeksi Super Flu Virus? Begini Prosedur Pemeriksaan dan Pengobatannya Menurut Dokter

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Belakangan ini, Super Flu virus tengah menjadi sorotan publik di Indonesia setelah munculnya laporan peningkatan kasus influenza tipe A subvarian H3N2 sebagai subclade K.

Virus ini disebut memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, namun cenderung lebih berat terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Meski gejalanya tampak umum seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sakit kepala, para ahli menegaskan bahwa super flu tidak bisa dikenali hanya dari gejalanya saja.

Diperlukan pemeriksaan medis khusus agar diagnosisnya tepat dan pasien bisa mendapat pengobatan yang sesuai.

Menurut dr. Imam Rahmatullah Maulana Pasha, dalam wawancara eksklusif dengan tvOnenews, super flu perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium yang lebih mendalam, terutama tes PCR.

“Kalau lihat dari epidemiologi, misalnya ada klaster pasien dengan gejala serupa (batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam) dalam satu lokasi seperti satu kampung atau satu kompleks, itu sudah bisa jadi indikasi awal adanya penyebaran super flu,” jelas dr. Imam.

Ilustrasi anak sedang flu atau pilek
Sumber :
  • Pexels/cottonbro studio

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan laboratorium dasar seperti tes darah memang bisa membantu, tetapi hasilnya tidak spesifik untuk memastikan super flu.

Pemeriksaan rontgen dada juga dapat dilakukan bila terdapat gejala pernapasan yang berat, namun hasilnya tetap tidak bisa membedakan dengan infeksi flu biasa.

“Yang paling spesifik untuk mendeteksi super flu itu PCR (Polymerase Chain Reaction). Namun, persoalannya adalah tidak semua pasien mau atau mampu melakukannya karena biayanya cukup mahal,” ujarnya.

Meski begitu, dr. Imam menegaskan bahwa dokter tetap dapat membuat diagnosis klinis sementara berdasarkan kombinasi gejala, riwayat kontak dengan pasien serupa, dan pola penyebaran yang terlihat di wilayah tertentu.

Pendekatan ini kerap digunakan saat kasus meningkat dan fasilitas pemeriksaan terbatas.

Terkait pengobatan, dr. Imam menyebut bahwa super flu sebenarnya bisa sembuh dengan penanganan yang tepat dan istirahat cukup.

Pengobatan difokuskan untuk meredakan gejala, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah komplikasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Pastikan Pasokan BBM Tetap Andal di Tengah Pemulihan Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Imbas Kecelakaan Truk Trailer vs Dump Truck, Jalur Surabaya-Babat Macet hingga 10 Kilometer
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Waka MPR Eddy Soeparno Bicara Pentingnya Kesiapan Daerah dalam Program Waste to Energy
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Demo Mantan Karyawan Pabrik Triplek di Jember Berujung Ricuh, Tuntut Kepastian Uang Pesangon
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.