Jalur Surabaya-Babat Lamongan dilaporkan mengalami kepadatan lebih dari satu jam, hingga mengakibatkan antrean sepanjang 10 kilometer.
Berdasar laporan pendengar Radio Suara Surabaya, Kamis (8/1/2026), sekitar pukul 05.43 WIB, kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan besar terjadi tepat di depan Polsek Turi Lamongan.
Ipda Kukuh Suprastyoko Kanit Turjawali Polres Lamongan menerangkan, kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
Berawal dari truk trailer tangki melaju dari arah barat ke timur di jalur Surabaya-Babat Lamongan. Sopir truk yang diduga mengantuk, hilang arah hingga mengakibatkan kendaraannya naik ke median jalan dan melintang ke arah selatan.
“Sedangkan dari arah timur ke barat ada dump truck bermuatan. Karena tidak bisa mengantisipasi, terjadilah kecelakaan hingga mengakibatkan truk terguling ke arah utara dan hanya menyisakan satu lajur,” katanya, saat onair di Radio Suara Surabaya.
Kukuh melanjutkan, kondisi driver setelah mengalami kecelakaan terpantau aman. Driver truk trailer hanya mengalami luka ringan, sementara driver dump truck tidak mengalami luka.
Adapun untuk mengatasi kecelakaan itu, saat ini pihak kepolisian sedang menunggu kedatangan dua crane dari Sidoarjo dengan berat 20 dan 50 ton.
Crane ini, lanjut Kukuh, nantinya akan dipakai untuk evakuasi dua truk bermuatan berat dan mengembalikan kondusivitas jalan.
“Meski begitu, crane diperkirakan datang selambatnya dua jam, tergantung kondisi lalu lintas,” tambahnya.
Sementara itu, untuk mengurai kemacetan imbas kecelakaan dua truk, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengang Polres Gresik dan Tuban untuk pengalilhan arus.
“Sementara ini kami melakukan pengalihan arus untuk mengurai kemacetan. Dari dalam Kota Lamongan, kami alihkan ke jalur selatan, masuk ke Jalan Raya Sugio Lamongan kemudian lanjut ke Kedungpring. Sedangkan kendaraan besar dianjurkan tidak melewati jalur Surabaya-Babat,” tutupnya.(kir/ipg)


