Dalam ceramah ini, disinggung fenomena yang sering terjadi di sekitar kita: banyak orang lebih mudah menghafal lagu daripada ayat Al-Qur’an.
Mulut bisa tersenyum, wajah bisa tertawa, tapi hati sebenarnya kosong dan jauh dari makna. Ini menjadi kritik halus bahwa belajar agama.
Khususnya memahami Al-Qur’an, bukanlah perkara instan. Mengaji butuh kesungguhan, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar.
Ceramah ini kemudian mengajak jamaah kembali merenungi nasihat langsung dari Al-Qur’an, khususnya Surat Az-Zukhruf ayat 67, yang menjelaskan bahwa pada hari kiamat kelak, teman-teman akrab bisa berubah menjadi musuh, kecuali mereka yang bertakwa.
Ayat ini menjadi pengingat keras bahwa lingkungan dan pertemanan yang kita pilih hari ini akan berdampak besar, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
Penceramah menekankan bahwa salah memilih lingkungan bukan sekadar masalah sosial, tapi masalah iman.
Lingkungan akan memengaruhi hati, kebiasaan, bahkan arah hidup seseorang. Karena itu, memilih teman bukan soal gengsi atau kenyamanan semata, melainkan soal keselamatan hidup dan akhirat.
Ceramah ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika istilah “bestie” menjadi hal lumrah, namun sering kali lupa ditanya: apakah pertemanan itu membawa kita lebih dekat kepada Allah, atau justru menjauhkan?
Pesan ini menjadi nasihat penting bagi siapa saja agar lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan dan tidak meremehkan pengaruh orang-orang terdekat dalam hidupnya.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3807516/original/090085000_1640672366-148355508_430150894707997_2084073915891854769_n.jpg)

