Momen liburan bisa jadi waktu yang pas untuk rehat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Di kesempatan ini, nggak sedikit yang memilih traveling ke luar kota, nyebrang provinsi, bahkan melancong sampai ke luar negeri.
Nah, ada juga yang memilih liburan sambil melakukan perjalanan spiritual. Melancong ke tempat wisata religi bisa bikin kamu happy sekaligus membuat hati tenang.
Indonesia sendiri punya banyak pilihan wisata religi berkat keragaman budaya dan agamanya. Mulai dari tempat ibadah, situs bersejarah, sampai kawasan sakral yang konon bisa bikin kamu lebih connect sama diri sendiri.
Menariknya, pengalaman tersebut dirasakan para member teman kumparan, lho. Penasaran seperti apa perjalanan mereka dan makna apa saja yang didapat? Yuk, kepoin ceritanya di bawah ini.
Pengalaman Travelling teman kumparan ke Tempat ReligiBuat banyak umat Muslim, umroh dan naik haji tentu jadi perjalanan religi yang paling diimpikan. Sebab, ini bukan sekadar traveling biasa, tapi perjalanan yang butuh persiapan matang dan pengorbanan besar, baik secara finansial maupun mental.
Nah, kebetulan teman kumparan Mohammad Haekal Tazzaka Henika Putra (25) baru saja menunaikan ibadah umroh tahun lalu. Yang bikin makin spesial, perjalanan umroh itu ternyata hadiah wisuda dari orang tuanya. Nggak heran kalau rasanya jadi berkesan banget.
Selama berada di Tanah Suci, Haekal mengaku ada banyak momen yang sulit dilupakan. Salah satunya soal beberapa teman yang ia temui di sana.
“Bisa berkenalan dan berteman dengan lintas usia yang terpaut jauh. Sebab, pertemanan lintas usia terkadang lebih baik daripada seumuran,” katanya.
Dari perjalanan spiritual tersebut, Haekal merasa mendapat banyak pelajaran tentang keakraban, keterbukaan, dan indahnya menjalin hubungan dengan sesama. Buatnya, momen umroh bikin ia lebih menghargai perbedaan dan melihat hidup dari sudut pandang yang lebih luas.
Nah, kalau Rifa Maulidah (28) travelingnya nggak jauh-jauh dari Ibu Kota. Waktu liburan, ia mengajak anaknya mampir ke Masjid Istiqlal buat mengenalkan sejarah dan nilai-nilai Islam secara langsung.
Masjid Istiqlal sendiri memang dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan bersejarah di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Buat teman kumparan asal Tangerang ini, jalan-jalan ke tempat ibadah seperti Istiqlal bisa jadi cara seru buat edukasi anak.
“Banyak banget pengetahuan soal sejarah Islam yang sebelumnya saya dan anak-anak belum tahu,” ujarnya.
Dari pengalaman itu, Rifa menangkap dua makna penting, yakni introspeksi dan refleksi diri. Ia jadi lebih sadar buat mensyukuri hal-hal sederhana, sekaligus menanamkan nilai spiritual ke anak sejak dini.
Berbeda dari dua teman kumparan sebelumnya yang beragama Islam, Felicia Tan (29) punya cerita wisata religi yang nggak kalah menarik. Sebagai seorang Buddhis, ia pernah menjalani perjalanan spiritual ke Magelang dengan mengunjungi Borobudur dan beberapa vihara.
Dari berbagai aktivitas yang ia jalani, meditasi pagi jadi momen favorit Felicia selama wisata religi.
“Meditasi pagi saat matahari terbit di Borobudur benar-benar bikin pikiran jernih. Rasanya pelan-pelan belajar hadir di momen sekarang tanpa distraksi,” tutur Felicia.
Lewat perjalanan spiritual ini, Felicia mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Mulai dari belajar melepaskan, menerima keadaan, sampai menjalani hidup dengan lebih sadar, tenang, dan penuh makna.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan




