Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai konflik Venezuela dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan berpengaruh pada suplai minyak dunia.
Pasalnya Venezuela sudah lama tidak memiliki peran signifikan dalam pasar minyak dunia, dan kapastas produksinya pun terbatas.
Baca Juga: Pasar Saham Menguat di Tengah Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Agak Aneh
Dan AS juga sudah memberikan izin peningkatan produksi minyak di Alaska, sehingga berpotensi menutup risiko gangguan pasokan global.
Ini disampaikan Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2025).
"Harga minyak kan? kalau mungkin di short run mungkin akan turun suplainya. Tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska. Jadi enggak pengaruh ke suplai, dan ke depan kalau memang dijalankan peningkatan produksinya ya akan bagus juga untuk harga minyak, suplai minyak dunia," beber dia, dikutip Selasa (6/1).
Lebih lanjut, menurutnya konflik ini juga tidak akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia dengan letak geografis yang jauh.
"Itu kan jauh dari negara kita. Anda maunya apa? Jadi gini, artinya kita mesti selalu memelihara kekuatan kita. Itu saja," jelasnya.
Untuk diketahui, Presiden Venezuela dan istrinya ditangkap dinegaranya pada 3 Januari 2026 dan dibawa ke AS dalam operasi militer dibawah komando Donald Trump.
Nicolas dituduh sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke AS dengan bantuan gerilya Kolombi berdasarkan dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020.
Tak hanya melakukan penangkapan, militer AS juga juga meluncurkan serangan udara presisi menghantam ibu kota, dan melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.




