FAJAR, MAKASSAR — Upaya pembenahan menyeluruh yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya mulai menunjukkan hasil signifikan.
Di tengah persoalan klasik pengelolaan pasar tradisional, mulai dari penataan pedagang hingga kebocoran retribusi, perusahaan daerah ini berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif.
Di bawah kepemimpinan direksi baru yang belum genap satu tahun menjabat, Perumda Pasar Makassar Raya mampu bangkit dari kondisi merugi dan kembali memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
Transformasi manajemen dilakukan secara bertahap melalui pembenahan internal, penataan sistem, serta pendekatan humanis kepada pedagang pasar.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, memaparkan bahwa sepanjang 2025 perusahaan berhasil membukukan capaian finansial yang signifikan.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Perumda Pasar mampu menyetor dividen hingga Rp1,3 miliar kepada Pemerintah Kota Makassar.
“Kalau sebelumnya sekitar Rp750 juta pada 2023. Tahun ini kami bisa menyetor dividen sekitar Rp1,2 sampai Rp1,3 miliar. Ini bukan sekadar soal laba, tapi soal kontribusi kepada pemerintah kota,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi penanda kebangkitan kinerja Perumda Pasar Makassar Raya setelah sempat mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut.
Ali Gauli mengungkapkan, saat dirinya mulai menjabat sebagai pelaksana tugas pada April 2025, kondisi keuangan perusahaan masih tercatat negatif.
“Saya masuk sekitar tanggal 20 April sebagai Plt, dan saat itu perusahaan masih merugi. Setelah itu kami lakukan pembenahan internal secara menyeluruh,” katanya.
Pembenahan dilakukan melalui penguatan manajemen, evaluasi sumber daya manusia, serta penerapan digitalisasi sistem retribusi.
Perumda Pasar kini menggunakan sistem barcode dan pembayaran digital untuk memetakan potensi pendapatan di setiap pasar sekaligus meminimalkan kebocoran.
“Kami ingin potensi pendapatan terdata dengan baik. Pembayaran bisa cash atau cashless, yang terpenting transparansi dan pengendalian,” kata Ali Gauli.
Ali Gauli optimistis tahun 2026 akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis Perumda Pasar Makassar Raya.
Ia menilai, jika pembenahan berjalan konsisten, kontribusi perusahaan terhadap PAD akan semakin kuat di masa mendatang.
“Kalau 2026 berjalan baik, insya Allah ke depan pendapatan Perumda Pasar akan jauh lebih kuat secara bisnis,” katanya.
Saat ini, Perumda Pasar Makassar Raya mengelola 18 pasar induk, sejumlah pasar darurat, serta kawasan pedagang kaki lima (PKL).
Meski diakui banyak bangunan pasar yang secara fisik sudah tidak layak, Ali Gauli menegaskan hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembenahan.
“Struktur pasar kita memang banyak yang sudah tidak layak, tapi bukan berarti kita berhenti. Kami tetap memaksimalkan potensi yang ada sambil menyiapkan pola perbaikan ke depan,” ujarnya.
Keberhasilan menyetor dividen Rp1,3 miliar ini sekaligus mengembalikan kepercayaan publik dan pemerintah daerah terhadap peran strategis Perumda Pasar Makassar Raya sebagai pengelola pasar rakyat dan penopang PAD Kota Makassar.(an)





