Manohara buka suara soal hubungannya dengan sang ibunda, Daisy Fajrina yang kini sudah putus kontak.
Hal itu berdasarkan dari keputusan Manohara untuk tidak lagi berurusan dengan sang ibunda.
"Saya tidak kehilangan kontak, saya memutus kontak," tegas Manohara dalam statusnya.
"Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat seperti itu di depan umum. Mempertahankan penampilan kedekatan sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang kami diharapkan lakukan untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol," ungkap Manohara.
Manohara menyebut perbuatan sang ibunda telah menimbulkan luka berkepanjangan terhadap dirinya karena terus dimanipulasi dan dimanfaatkan demi keuntungan pribadi.
Ia juga membahas soal masa lalunya dengan Pangeran Kelantan yang sempat viral di pemberitaan publik.
"Secara pribadi, saya tumbuh dengan penyiksaan emosional dan psikologis jangka panjang, dan kadang-kadang penyiksaan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan," beber Manohara.
"Sebagai remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya yang sebagian besar dari kalian tahu, bersama orang lain, demi keuntungan dirinya. Itu bukanlah sesuatu yang saya pilih atau setujui, dan hal itu menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan," lanjutnya.
Seiring bertambahnya usia, Manohara dapat memegang kontrol atas dirinya sendiri dan memilih untuk memutus kontak dengan ibunya sendiri.
"Memutuskan kontak tidak datang dari satu kesadaran tiba-tiba. Itu terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Seiring saya tumbuh dewasa, menjadi lebih mandiri, lebih berani, kontrolnya atasku tak berhasil. Akhirnya, saya tidak lagi takut padanya," tutupnya.





