Istanbul (ANTARA) - Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa sumber daya alam Venezuela merupakan milik rakyat Venezuela dan memperingatkan bahwa setiap upaya untuk melemahkan kedaulatan negara akan menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan internasional berbasis aturan.
Dalam wawancara dengan RNE, Rabu (7/1), Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menekankan penguasaan atas sumber daya alam merupakan unsur inti kedaulatan negara dan hal itu harus dihormati.
Menurut Albares, sumber daya alam adalah bagian dari kedaulatan negara dan sepenuhnya menjadi hak rakyat Venezuela.
Ia menilai perkembangan yang terjadi di Caracas dalam beberapa hari terakhir sebagai preseden yang sangat berbahaya bagi norma internasional.
Albares memperingatkan bahwa pengikisan kedaulatan atas sumber daya alam dapat mengganggu stabilitas hubungan global.
Albares kembali menegaskan penolakan Spanyol terhadap penggunaan kekuatan atau campur tangan eksternal di Venezuela.
Ia menekankan dukungan Madrid terhadap penyelesaian damai dan demokratis yang ditentukan oleh rakyat Venezuela sendiri.
Spanyol, kata Albares, mendukung dialog luas antara pemerintah dan oposisi guna mencapai solusi yang damai, demokratis, dan benar-benar berasal dari Venezuela.
Ia menambahkan bahwa Spanyol siap memfasilitasi upaya mediasi apabila para pihak menilai hal tersebut bermanfaat.
Menurut Albares, pendekatan Spanyol di Amerika Latin adalah berperan sebagai jembatan antaraktor, bukan memicu ketegangan.
Dalam kesempatan yang sama, Albares juga memperingatkan bahaya upaya mengubah batas wilayah dengan kekuatan.
Ia dengan tegas menolak wacana mengenai kemungkinan langkah Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland dan menyatakan solidaritas penuh kepada Denmark.
Wilayah, kata Albares, tidak dapat berpindah tangan secara sewenang-wenang. Ia menegaskan bahwa rakyat Greenland telah dengan jelas menyatakan kehendaknya dan memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Albares menegaskan dukungan Spanyol kepada Denmark serta menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan dan supremasi hukum harus tetap menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar dalam hubungan internasional.
Dari perspektif Eropa yang lebih luas, Albares menyerukan apa yang ia sebut sebagai perlunya penguatan moral serta langkah tegas menuju kedaulatan politik, ekonomi, dan strategis yang lebih besar bagi Uni Eropa di tengah tantangan global yang kian meningkat, mulai dari perang di Ukraina hingga meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Menurutnya, agresi tetaplah agresi, siapa pun pelakunya. Ia menegaskan bahwa masalah keamanan Eropa bukan terletak pada sekutu, melainkan pada agresi Rusia.
Bagi Albares, situasi saat ini menuntut Eropa yang lebih bersatu dan mampu berbicara dengan suaranya sendiri.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PBB: operasi militer AS di Venezuela rusak hukum internasional
Baca juga: Menlu Kolombia sebut potensi agresi AS ada, tapi tidak realistis
Baca juga: Dino Patti: Serangan AS ke Venezuela berbahaya, langgar hukum
Dalam wawancara dengan RNE, Rabu (7/1), Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menekankan penguasaan atas sumber daya alam merupakan unsur inti kedaulatan negara dan hal itu harus dihormati.
Menurut Albares, sumber daya alam adalah bagian dari kedaulatan negara dan sepenuhnya menjadi hak rakyat Venezuela.
Ia menilai perkembangan yang terjadi di Caracas dalam beberapa hari terakhir sebagai preseden yang sangat berbahaya bagi norma internasional.
Albares memperingatkan bahwa pengikisan kedaulatan atas sumber daya alam dapat mengganggu stabilitas hubungan global.
Albares kembali menegaskan penolakan Spanyol terhadap penggunaan kekuatan atau campur tangan eksternal di Venezuela.
Ia menekankan dukungan Madrid terhadap penyelesaian damai dan demokratis yang ditentukan oleh rakyat Venezuela sendiri.
Spanyol, kata Albares, mendukung dialog luas antara pemerintah dan oposisi guna mencapai solusi yang damai, demokratis, dan benar-benar berasal dari Venezuela.
Ia menambahkan bahwa Spanyol siap memfasilitasi upaya mediasi apabila para pihak menilai hal tersebut bermanfaat.
Menurut Albares, pendekatan Spanyol di Amerika Latin adalah berperan sebagai jembatan antaraktor, bukan memicu ketegangan.
Dalam kesempatan yang sama, Albares juga memperingatkan bahaya upaya mengubah batas wilayah dengan kekuatan.
Ia dengan tegas menolak wacana mengenai kemungkinan langkah Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland dan menyatakan solidaritas penuh kepada Denmark.
Wilayah, kata Albares, tidak dapat berpindah tangan secara sewenang-wenang. Ia menegaskan bahwa rakyat Greenland telah dengan jelas menyatakan kehendaknya dan memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Albares menegaskan dukungan Spanyol kepada Denmark serta menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan dan supremasi hukum harus tetap menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar dalam hubungan internasional.
Dari perspektif Eropa yang lebih luas, Albares menyerukan apa yang ia sebut sebagai perlunya penguatan moral serta langkah tegas menuju kedaulatan politik, ekonomi, dan strategis yang lebih besar bagi Uni Eropa di tengah tantangan global yang kian meningkat, mulai dari perang di Ukraina hingga meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Menurutnya, agresi tetaplah agresi, siapa pun pelakunya. Ia menegaskan bahwa masalah keamanan Eropa bukan terletak pada sekutu, melainkan pada agresi Rusia.
Bagi Albares, situasi saat ini menuntut Eropa yang lebih bersatu dan mampu berbicara dengan suaranya sendiri.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PBB: operasi militer AS di Venezuela rusak hukum internasional
Baca juga: Menlu Kolombia sebut potensi agresi AS ada, tapi tidak realistis
Baca juga: Dino Patti: Serangan AS ke Venezuela berbahaya, langgar hukum





